Ilustrasi/PRLM/KC Online.*

INI adalah sebuah pengalaman menarik sekaligus membuat bulu kuduk kita berdiri. Namun yang terpenting adalah kisah nyata ini bisa menjadi bahan renungan bagi siapapun yang menghendaki keselamatan di dunia maupun akherat. Memang manusia adalah tempat salah dan khilaf, namun bukan berarti kita harus terus menerus bergelimang dalam dosa dan kemaksiatan.

Untuk menjaga privasi narasumber, KC Online menyamarkan identitasnya, tanpa mengurangi kebenaran isi ceritanya. Semoga bermanfaat!

Sebagai jurnalis yang cukup senior, Darma sudah malang melintang di berbagai bidang liputan, mulai dari kegiatan walikota sampai ke kamar mayat di sejumlah rumah sakit. Namun dari sekian banyak pengalaman yang ia dapatkan, peristiwa yang sampai saat ini diingatnya adalah ketika mengikuti petugas kepolisian yang hendak mengotopsi ulang mayat yang sudah dimakamkan.

“Kadang-kadang kan buat ngelengkapin bahan penyidikan, polisi ngelakuin otopsi ulang dengan cara ngebongkar lagi makam mayat yang udah dimakamin beberapa hari sebelumnya. Nah supaya dapet hasil yang akurat, saya biasanya ikut dalam proses itu,” kata Darma, jurnalis surat kabar ibukota, Sabtu (12/8/2017).

Kebetulan, lanjut Darma, dirinya tiga kali mengikuti proses otopsi ulang mayat pemabuk yang meninggal dunia. Awal penggalian diakuinya tidak ada yang aneh. Namun ketika galian sudah mencapai mayat yang hendak diotopsi, tersembul air hitam yang sangat pekat.

“Mending kalo cuma sekedar item aja sih, tetapi yang bikin kita mau muntah itu karena air yang mirip air selokan itu mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Kalo pak polisi sih keliatannya nggak masalah karena mungkin udah terbiasa, tetapi bagi jurnalis yang pengen liat kondisi mayat pasti nggak bakalan tahan, meskipun udah make masker bau itu tetap aja tercium,” ungkapnya.

Saat pertama kali ikut menyaksikan otopsi mayat peminum minuman keras yang tergenang air mirip selokan, Darma mengira hanya kebetulan atau di dekat mayit itu ada jalur selokan sehingga airnya membias dan menggenangi mayit.

“Waktu pengalaman pertama saya kira itu cuma kebetulan aja. Jadi saya nggak terlalu mikir jauh. Saya juga liat, oh mayitnya kerendem air selokan, itu aja,” paparnya.

Kejadian serupa