Asep Ismanto,Pospenda/Yan/KC Online

Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (Pospenda) Wilayah III Cirebon, di Kabupaten Kuningan tidak akan diikuti seluruh peserta. Karena terbentur anggaran sehingga terdapat daerah yang tidak bisa mengirimkan kontingennya.

Panitia Pelaksana Pospenda Wilayah III, Asep Ismanto, Kamis (10/8/2017) menuturkan, sampai beberapa hari terakhir pendaftaran, ada beberapa kabupaten dan kota yang tidak bisa ikut serta dalam pelaksanaan even yang sekaligus menjadi ajang seleksi untuk melaju ke Pospenda tingkat Jawa Barat. Hal itu disebabkan terbenturnya kondisi anggaran di daerahnya masing-masing.

“Namun kabupaten dan kota yang tidak mengirimkan utusannya pada Pospenda kali ini, bukan menjadi tanggung jawab panitia Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, tetapi daerahnya masing-masing,” katanya.

Dikemukakannya, sebagai panitia penyelenggara Pospenda Wilayah III sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat Nomor : 18.4/156-Bidpombor yang ditandatangani H. Yudha M. Saputra pada 12 Juni 2017, pihaknya dibantu sejumlah komponen terkait, sudah hampir merampungkan seluruh tahap persiapan. Mulai dari acara pembukaan dan penutupan, tempat bertanding (venue) serta aparat pertandingan dan hal-hal teknis lainnya.

“Kami akan berusaha keras agar pelaksanaan Pospenda Wilayah III Cirebon ini dapat berjalan dengan sukses.Karena itu sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi), panitia telah bekerja optimal agar pelaksanaan yang diawali dengan pawai defile dari tiap-tiap kontingan peserta di lapangan tenis Hotel Horison Tirta Sanita Desa Sangkanurif Kecamatan Cigandamekar ini dapat berlangsung lancar. Kemudian telah mengecek pula kesiapan venue pertandingan yang tersebar di sejumlah titik dan aparat pertandingan, supaya dalam pelaksanaannya tidak mengalami kendala,” tuturnya.

Full team

Sementara itu mengenai kontingen Kabupaten Kuningan, Asep Ismanto, mengungkapkan, meski kondisi anggaran tidak optimal tetapi tetap menurunkan kekuatan penuh dari seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Karena dari even ini selain untuk menjaring potensi atlet-atlet pondok pesantren, juga sebagai ajang unjuk kemampuan untuk mengukur hasil latihan selama ini.

“Dari tingkat wilayah hanya juara pertama dan kedua yang akan melenggang ke tingkat provinsi,” ujarnya.(Yan/KC Online)