Kepala Bidang Pajak Daerah II Didi Supriyadi mengundi kupon gebyar undian berhadiah 19 restoran dan rumah makan di RM Pring Sewu, Kecamatan Beber, Kamis (10/8/2017)/KC Online.*

BEBER, (KC Online).-

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon terus memberikan motivasi kepada para wajib pajak di sektor restoran. Pajak dari sektor restoran ini merupakan salah satu sektor pendapatan yang signifikan dari 10 pajak daerah lainnya yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kepala BPPD Rahmat Sutrisno melalui Kepala Bidang Pajak Daerah II Didi Supriyadi mengatakan, salah satu motivasi yang diberikan adalah dengan cara melakukan gebyar undian berhadiah bagi pengunjung rumah makan. Dari kegiatan ini, pengunjung diberikan hadiah karena telah mengunjungi rumah makan yang terdata sebagai wajib pajak.

“Dalam gebyar undian berhadiah ini kita sediakan aneka hadiah, mulai dari kompor gas, dispenser, lemari es, mesin cuci, hingga TV. Seluruh undangan yang hadir untuk ikut gebyar undian berhadiah ini ada 19 restoran dan rumah makan, ” kata Didi usai gebyar undian berhadiah periode Januari-Juni 2017 di RM Pring Sewu, Kecamatan Beber, Kamis (10/8/2017).

Menurutnya, gebyar undian semacam ini setiap tahunnya digelar selama dua kali dalam setahun. Masing-masing untuk pengunjung periode setiap enam bulan sekali.

“Kali ini gebyar undiannya untuk enam bulan pertama untuk Januari-Juni, saya harap hadiahnya bisa mendongkrak semangat pengunjung untuk terus datang dan akhirnya meningkatkan pendapatan para wajib pajak. Kita akan terus menggenjot sektor pajak restoran ini, upayanya akan terus berjalan. Apalagi Kabupaten Cirebon terus menggeliat, yang pastinya berimbas kepada maraknya wisata kuliner,” ucapnya.

Di tahun ini, sektor pajak restoran ditargetkan Rp 10 miliar/tahun, namun hingga Juli pendapatan di sektor pajak restoran sudah signifikan, hal ini dibuktikan dengan sudah masuknya pendapatan dari pajak ini Rp 7 miliar atau 70 persen dari sekitar 200 restoran yang menjadi wajib pajak. Sementara target 11 pajak daerah yang telah ditetapkan Pemkab Cirebon pada tahun ini mencapai Rp 155 miliar.

“Apalagi kan tahun 2017 itu menyisakan empat bulan lagi. Hingga Juli saja pendapatan kita sudah mencapai 70 persen, saya optimistis target ini bisa jauh terlampaui,” katanya.

Miliki kesadaran

Menurut Didi, sebetulnya pendapatan wajib pajak dari sektor pajak restoran sangat fluktuatif, artinya pendapatan sangat tergantung dari pengunjung yang datang.

“Kita juga tidak bisa memaksakan kehendak ketika suatu restoran atau rumah makan pendapatannya menurun ketika pengunjungnya menurun, namun kita terus minta restoran atau rumah makan untuk terus berinovasi agar kedatangan pengunjung terus meningkat,” ungkapnya.

Sejauh ini, menurut Didi, pihaknya tidak menemukan wajib pajak yang nakal yang berniat menghindari pajak dari wajib pajak restoran ini.
“Semuanya memiliki kesadaran yang tinggi untuk membayar pajak. Apalagi sekarang ini kan separuh dari wajib pajak sudah memiliki cash register untuk menghitung jumlah pajak yang masuk, alat cash register ini memudahkan wajib pajak untuk menghitung pajak yang akan disetorkan ke BPPD,” ujarnya.

Di tahun lalu, dari sektor pajak restoran ini, target yang diberikan mencapai Rp 9,5 miliar dengan target melampaui yakni mencapai Rp 10 miliar. “Target tiap tahun memang terus naik, ini disesuaikan dengan kondisi daerah, Kabupaten Cirebon terus melesat naik perkembangannya yang akhirnya berimbas kepada seluruh pendapatan asli daerah,” katanya.(Fanny)