Polisi Amankan Pengedar Judi Togel/Udi/KC Online

Petugas Unit Reskrim Polsek Losarang berhasil mengamankan pengedar judi toto gelap (togel) jenis Hongkong di Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, KabuPatek Indramayu, Kamis (10/8/2017).

Dari tangan Suy alias Patek (42 tahun), warga Desa Cempeh, Blok Cemeti, Kecamatan Lelea, KabuPatek Indramayu disita barang bukti ratusan ribu rupiah uang pasangan bersama alat transaksi judi tersebut. Kini, Patek masih menjalani pemeriksaan petugas setempat terkait perbuatannya.

Pengungkapan itu dibenarkan Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Arif Fajarudin melalui Kapolsek Losarang Komisaris I Ketut Sumadana didampingi Kanit Reskrim Inspektur Satu H. Elfian Ali.
Dikatakannya, penangkapan terhadap Suy alias Patek ini berawal setelah anggota unit reskrim polsek setempat mendapat informasi dari masyarakat yang mengatakan jika di Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang ada orang yang main judi togel jenis Hongkong.

Mendapatkan laporan tersebut, kanit reskrim bersama tiga anggotanya langsung mendatangi lokasi yang disebutkan untuk melakukan pengecekan. Sampai di lokasi, ternyata benar ada aktivitas yang dilaporkan oleh masyarakat tersebut. Dan selanjutnya, dilakukan siasat dengan tujuan untuk membekuk pelakunya.

Rupanya pelaku yang sedang mengedarkan togel tak sadar telah dikuntit di tempat itu. Dan akhirnya, diamankan bersama barang buktinya antara lain, uang pasangan sejumlah Rp 263.000 yang terdiri dari satu lembar uang Rp 50.000, lalu dua lembar uang Rp 20.000, enam lembar uang Rp 10.000, tujuh lembar uang Rp 5.000, tiga puluh enam lembar uang Rp 2.000, dua lembar uang Rp 1.000, dan delapan koin uang Rp 500.

Bukan itu saja, turut pula disita sembilan lembar foto kopi ciamsi, dua bolpoin, empat potongan karbon, dua buku kupon yang terisi angka-angka pasangan, dua lembar resi, serta satu buah Hp yang digunakan pelaku sebagai alat penghubung antara dirinya dengan pelanggan togel.

Dari lokasi tersebut, Suy alias Patek bersama barang buktinya dibawa petugas ke Mapolsek Losarang untuk menjalani pemeriksaan. Dan saat dilakukan pemeriksaan, Patek mengakui perbuatannya yang baru dijalani selama satu bulan terakhir ini dengan alasan untuk mencukupi ekonomi keluarganya.

“Tersangka dijerat Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun, ” tegasnya. (Udi/KC Online)