illustrasi

Hanya sebagian kecil dari seluruh program literasi yang disentuh di semua sektor pendidikan.Padahal di Kampung Literasi dikembangkan enam program literasi dasar.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Harris Iskandar, saat menghadiri pengukuhan Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan sebagai salah satu daerah yang mendukung program Gerakan Indonesia Membaca (GIM) Kemendikbud, Jumat (11/8/2017) mengungkapkan, selama ini literasi sering “diterjemahkan” hanya sebatas keaksaraan (baca, tulis dan hitung).

Padahal keaksaraan atau program pemberantasan buta huruf, hanya sebagian kecil dari literasi. Karena secara keseluruhan masih ada program literasi sains, keuangan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta budaya dan kewarganegaraan.

“Ilmu sekarang itu luar biasa, bisa dicari dengan mudah menggunakan ujung jari saja. Bahkan dengan berselancar di internet bisa menjelajahi dunia. Zamannya sudah bergeser bahkan sudah bukan era millenial lagi, terutama bagi ‘Generasi Z’ atau generasi dimana sudah tidak mudah hanya didekati dengan metoda pendidikan ala ‘calistung’, karena sekarang diharuskan melek akan teknologi sebagai bekal hidup,” tuturnya.

Sementara itu, dipilihnya Desa Kalimanggis Kulon oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), karena terdapat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis, yang sangat mendukung pencanangan program GIM, sehingga desa tersebut layak disebut Kampung Literasi.

Keprihatinan

Pendiri TBM Hipapelnis, Jaenal Mutakin menuturkan, pendirian TBM ini pada 2015 dilatarbelakangi kondisi keperihatinan di Desa Kalimanggis Kulon yang saat itu sangat kurang dalam akses informasi.

Sehingga menjadi pemicu pihaknya untuk meningkatkan sumber daya manusia, yang diawali dengan membuat perpustakaan keliling memakai gerobak kecil dan bengkel internet untuk dikenalkan kepada masyarakat yang masih gagap teknologi, terutama kepada anak-anak.

“Alhamdulillah saya sangat senang, TMB kami bisa menjadi sebuah Kampung Literasi yang mendukung program GIM dari Kemendikbud RI. Momen ini akan menjadi suatu kebangkitan budaya membaca di Kabupaten Kuningan sehingga akan semakin digelorakan. Dan tentu saja TMB Hipapelnis tidak terlepas dari dukungan Pemdes Kalimanggis Kulon, Pemda Kuningan, Diknas dan Disbudparpora Kuningan, serta Kemendikbud RI,” tuturnya.(Erix/KC Online)