Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi/KC Online.*

PURWAKARTA, (KC Online).-

Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pendidikan telah memberikan pengajaran kitab kuning di 365 SD. Pelajaran kitab kuning ini berlaku sejak 2016 lalu, sebelumnya tak ada sekolah yang menerapkan pelajaran membaca kitab kuning ini.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, saat ini atmosfer keberagaman toleransi di Purwakarta mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya, sekarang ini setiap sekolah sudah mengaplikasikan pelajaran tambahan agama. Caranya adalah memperdalam pembacaan kitab kuning bagi pelajar muslim. Serta, perdalam kitab bagi pelajar nonmuslim.

“Dulu, anak-anak sekolah mendapatkan pelajaran agama hanya dua jam dalam sepekan. Sekarang bertambah,” ujar Dedi, saat diwawancarai di rumah dinasnya, pada Senin (11/9/2017).

Menurut Dedi, pendidikan agama di sekolah umum ini sangatlah penting. Karena itu, pelajaran agama di Purwakarta mengalami penambahan. Sebelumnya pelajaran agamat hanya dua jam, sekarang menjadi 15 jam dalam sepekan. Dengan begitu, anak-anak ini bisa mendalami kitab dalam agama masing-masing.

Tak hanya itu, untuk pelajaran tambahan ini, pihaknya juga sudah merekrut 600 guru agama. Guru agama ini, disebar ke 365 sekolah tersebut. Padahal, sebelumnya Purwakarta tak punya guru agama yang khusus itu.

“Kalau guru agama yang sudah statusnya ASN, ada di setiap sekolah. Tapi, guru agama kitab kuning ini statusnya guru kontrak,” ujarnya.

Menurut Dedi, pihaknya ingin para pelajar ini mendalami agama sejak dini. Supaya, kedepannya tingkat spiritualitas mereka semakin bagus lagi. Serta, mereka punya benteng pertahanan yang kuat. Dengan begitu, anak-anak ini tak mudah teriming-imingi oleh sesuatu yang berbau ajaran sesat.

Langkah positif