kabar-cirebon.com

SUMBER, (KC Online).-

Sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Sat Narkoba Polres Cirebon dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Cirebon bergerak untuk menanggulangi peredaran pil jenis paracetamol, caffeine, carisoprodol (PCC) yang dianggap membahayakan. Bahkan pihak apotek yang menjual pil tersebut terancam hukuman pidana.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj. Enny Suhaeni menyampaikan, pihaknya bersama tim gabungan dari Polres Cirebon dan BNK telah melakukan sidak ke apotek-apotek di wilayahnya pada Rabu (20/9/2017) kemarin. Hal itu dilakukan untuk mengecek apotek menjual pil PCC atau tidak, juga sekaligus memberikan imbauan agar jangan menyediakan obat-obatan terlarang.

Ia melanjutkan, meski dari sejumlah apotetk yang telah disidak tidak ditemukan pil PCC, namun ribuan obat-obatan ilegal dan jamu tidak berlabel berhasil diamankan.

“Kalau memang ditemukan apotek yang menyediakan dan menjual pil PCC, ya pastinya akan dikenakan sanksi. Baik berupa sanksi administrasi maupun sanksi pidana,” kata Enny kepada KC Online, Kamis (21/9/2017).

Ia melanjutkan, sanksi tegas itu karena pil jenis PCC merupakan obat yang ilegal serta tidak memiliki izin resmi, tidak ada izin edar dari BPOM, juga pil tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi. Apalagi kasus-kasus di luar daerah sudah banyak akibat mengonsumsi pil tersebut.

Enny mengaku, selama ini pihaknya rutin melakukan pembinaan kepada 166 apotek dan 39 klinik yang ada di Kabupaten Cirebon agar tidak menjual obat-obatan yang ilegal. Ke depan, untuk mengantisipasi peredaran pil PCC, pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada apotek dan klinik yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB P3A) setempat.

“Kita juga sudah sering melakukan penyuluhan kepada siswa siswi di seluruh sekolah tentang bagaimana bahayanya narkotika itu sepeti apa? Juga mengenalkan jenis-jenis narkotika itu apa saja? Dan lainnya,” kata Enny.

Ia menambahkan, pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan sidak ke apotek-apotek yang ada di Kabupaten Cirebon. Sedangkan temuan ribuan obat-obatan yang disita dari apotek telah diamankan Sat Narkoba Polres Cirebon.

Sementara itu, Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Risto Samodra melalui Kasat Narkoba, Ajun Komisaris Indra Sani menyampaikan, dilakukannya sidak ke apotek-apotek bersama tim gabungan untuk mengantisipasi perederaan obat keras jenis PCC yang sekarag marak dijual bebas di apotek-apotek.

“Ini perintah langsung pimpinan, tujuannya untuk menekan peredaran obat keras yang berada di wilayah hukum Polres Cirebon. Kami juga menggandeng Dinas Kesehatan serta BNNK setempat,” katanya.
Ia mengaku, dalam sidak tersebut, petugas gabungan berhasil menyita ribuan butir pil koplo dan obat ilegal yang tidak memilik izin resmi dari BPOM.

“Kami juga selalu memberi peringatan kepada para penjual secara lisan, serta memberi imbauan khusus melalui selebaran tulisan yang ditempelkan di apotek-apotek yang telah kami kunjungi,” ujar Indra.(Ismail)