DUA lokal SDN 2 Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon ambruk pada Senin (11/9/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Padahal bangunan tersebut baru dibangun 1,5 tahun. Beruntung tak memakan korban karena jauh-jauh hari bangunan tersebut sudah tidak digunakan untuk KBM. (KC Online)

KLAGENAN, (KC Online).-

Baru direhab 1,5 tahun, dua lokal Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, kini ambruk. Beruntung, ambruknya dua lokal atau ruangan kelas I dan IV itu tidak memakan korban.

Data yang dihimpun KC Online menyebutkan, satu bangunan SDN 2 Pekatingan yang baru direhab Dinas Pendidikan (Disdik) setempat terdapat empat lokal. Namun, keempat ruangan itu kondisinya sudah memprihatinkan, dan dua di antaranya ambruk pada Senin (11/9/2017) lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut Kepala SDN 2 Pekantingan, Hj. Sutini, ambruknya dua lokal kelas I dan IV itu tidak membuat pihaknya heran. Sebab jauh-jauh hari sebelum ambruknya kedua ruang kelas tersebut dirinya sudah mengetahui bahwa kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati lagi. Hal itu sangat terlihat di bagian atap setiap ruangan yang sudah bergelombang dan terlihat retakan.

“Makanya sebelum ambruk saya instruksikan untuk kegiatan belajar dipindahkan. Jadi alhamdulillah tidak sampai memakan korban karena sudah lama empat ruang kelas itu kita kosongkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sutini kepada KC Online, Rabu (13/9/2017).

Ia melanjutkan, dikarenakan empat ruang kelas itu dikosongkan, maka sudah lama kegiatan belajar mengajar di SD hanya memanfaatkan bangunan yang ada. Sehingga ruang kelas I-VI dibagi menjadi dua shift. Yakni untuk kelas I, II dan III belajar pagi sampai siang, untuk kelas IV, V, dan VI dari siang sampai sore hari.

“Ya kita terpaksa memakai dua shift. Memanfaatkan bangunan dan ruangan seadanya, karena sebelum ambruk pun kita sudah belajar seperti ini untuk menghindari ambruknya ruangan yang baru direhab 1,5 tahun,” kata Sutini.

Tiang penyangga retak