bintang.com

MESKIPUN zaman sudah memasuki era digital, serba cepat dan maju, namun beragam peristiwa mistis masih tetap ada. Hal ini diyakini akan tetap terjadi hingga dunia berakhir.

Sebuah kisah nyata dan hingga kini masih berlangsung dialami sejumlah warga di Perumahan Pilang Perdana, Kabupaten Cirebon. Namun karena berbagai upaya dilakukan untuk mengusir hantu berpalu itu selalu menemui jalan buntu, akhirnya mereka hanya bisa pasrah.

Bahkan KC Online pun sempat membuktikan kebenaran informasi tersebut. Setelah menunggu hampir dua jam, hantu berpalu itu menggedor-gedorkan martilnya ke tembok seperti orang yang tengah memasang paku. Kejadian itu tidak hanya muncul di malam hari, tetapi juga tengah siang bolong.

“Kejadiannya udah hampir tiga tahun, tapi kalo sekarang bunyinya nggak sesering dulu. Dampaknya, sampe sekarang anak sama istri saya ketakutan terus. Soalnya bunyi gedoran palu ke tembok nggak kenal waktu,” ujar M. Khaelani kepada KC Online, Jumat (1/9/2017).

Lani, sapaan akrabnya, mengaku tidak tahu persis kapan hantu berpalu itu mulai mengganggu ia dan tetangga sekitarnya. Awalnya, ia mengira jika tetangga rumahnya tengah memasang paku, tetapi suara itu terus menerus muncul dan membuatnya penasaran.

“Karena penasaran, saya datengin tetangga belakang rumah. Soalnya kan rumah kompleks jadi dempetan satu sama lain. Pas saya tanya, eh tetangga saya itu malah balik nanya, dikira malah saya yang sedang rehab rumah,” ujarnya.

Lani malah bingung mendapat pertanyaan balik dari tetangganya itu dan ia berusaha meyakinkan jika tidak sedang merehab rumah. Lantas siapa yang sering memukul tembok dengan palu? Ironisnya, tidak ada bekas pukulan atau kerusakan di tembok yang terkena pukulan palu.

“Karena masih penasaran, saya nanya ke tetangga sebelahnya lagi, mungkin dia yang sering mukul-mukul tembok pake palu. Tapi dugaan saya meleset, nyatanya di sekitar rumah saya nggak ada yang lagi beres-beres rumah. Ini kan aneh banget,” ungkap Lani.

Pensiunan pegawai BUMN ini melanjutkan, akibat peristiwa mistis tersebut, kedua anak perempuannya kerap meminta tidur bareng dengan ayah ibunya. Bahkan untuk sekadar ke kamar mandi pun harus diantar.

“Terus terang, saya pernah meminta bantuan teman yang mengerti alam gaib. Dengan penglihatan indera keenamnya diketahui, jika makhluk itu menyerupai manusia tetapi berpakaian yang compang camping, seperti gendoruwo, wajahnya hancur separo, matanya merah, telinganya lebar dan memajang hampir sepinggangnya, mulutnya juga lebar. Di tangan kanannya memegang seperti palu,” paparnya.

Lani menduga jika makhluk itu adalah arwah pekerja yang dulu ikut mengerjakan perumahan tersebut. Hanya saja yang membuatnya bingung, kompleks perumahan yang ia huni tersebut sudah puluhan tahun, sementara bunyi pukulan ke tembok baru tiga tahun terakhir ini.

“Kalo saya pribadi sih udah nggak ambil pusing, tapi istri sama anak-anak saya yang masih ketakutan. Apalagi kalo bunyinya pas tengah malam. Masa tengah malam ada yang masang paku ke tembok, kan aneh aja,” ucapnya.

Diakui Lani, dirinya pernah meneriaki hantu itu saat menggedorkan palunya ke tembok. “Hey kamu jangan ganggu rumah di sini, pergi sana.” Tapi nyatanya, bunyi pukulan martil ke tembok tetap berlangsung, bahkan hingga saat ini.

“Sekarang saya cuma bisa pasrah, yang penting hantu itu nggak ngewujud di depan saya atau anak-anak. Terserah lah mau gedorin tembok siang malem juga,” tuturnya. (KBI/KC Online)