Demiz datang ke Kabupaten Kuningan guna memberikan pengarahan kepada mahasiswa baru Uniku/Agus/KC Online

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan, perubahan kultur global yang berjalan sangat cepat perlu segera diantisipasi institusi pendidikan, baik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi.

“Saya merasa sebentar lagi akan terjadi perubahan kultur global, jika sudah beroperasinya Bandara Internasional Kertajati Majalengka dan Patimban. Budaya pertanian akan berubah menjadi industri dan kepariwisataan, maka dari itu pendidikan harus segera menyesuaikan sejak sekarang agar ke depan kita tidak termarginalkan oleh orang dari luar,” kata Deddy Mizwar, Rabu (13/9/2017) seusai memberikan pengarahan kepada mahasiswa baru di Universitas Kuningan.

Wakil Gubernur Jabar yang akrab disapa Demiz lantas menuturkan, cepatnya perubahan akan terjadi dua tahun ke depan dan booming pariwisata tidak akan bisa dibendung lagi. Institusi pendidikan harus segera mengantisipasi itu dengan menyiapkan lulusannya agar mampu berdaya saing internasional.

“Mau gak mau, kita harus hadapi perubahan itu karena jika infrastruktur dibangun maka perubahan akan terjadi. Bahasa asing ke depan akan menjadi kebutuhan utama, jangan sampai guidenya nanti bukan orang Kuningan, Majalengka, Cirebon dan Indramayu,” kata Demiz.

Maka dari itu, Demiz datang ke Kabupaten Kuningan guna memberikan pengarahan kepada mahasiswa baru Uniku dan menandatangani kerja sama dengan SMK Karya Nasional untuk menghadapi bagaimana Jawa Barat ke depan dalam mengantisipasi perubahan yang harus diantisipasi SMK dan perguruan tinggi.

“Kalau pendidikan kita tidak disesuaikan dengan perubahan kultur, setelah Bandara Internasional Kertajati dan Patimban sudah beroperasi, sudah tentu kita akan termarginalkan oleh orang dari luar, jadi ini penting sekali bagaimana perguruan tinggi atau pendidikan SMK mengantisipasi itu.
Saya kira dengan perguruan tinggi membuka fakultas–fakultas baru kepariwisataan dan SMK menyiapkan lulusan otomotif, dan elektro menjadi bessnya dalam pendidikan SMK. Jadi bukan hanya orang yang terampil, tetapi bagaimana mereka menjadi pengusaha baru di bidang keterampilan itu sendiri,” ujarnya.

Ditambahkan Demiz, para pelajar dan mahasiswa yang memiliki daerah harus bisa mengambil manfaat dari kemajuan pembangunan. Jadi sebesar-besarnya manfaat harus dirasakan masyarakat sekitar.

Itulah pentingnya pembangunan, di mana bukan menyingkirkan penduduk setempat tapi memperdayakan penduduk setempat. Tetapi pendidikan sangat penting mengarah pada prosesi perubahan budaya yang akan terjadi pada masyarakat ke depan.

Lulusan terbaik

Sementara itu, Rektor Uniku, Dikdik Harjadi mengungkapkan, pendidikan tinggi memang harus bisa menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing global.

“Sebetulnya hal ini sudah kami sadari, dan kami sudah memulai berfokus menyiapkan lulusan itu dengan cara bekerjasama lembaga sertifikasi internasional, di mana setiap lulusan Uniku akan memiliki sertifikat keahlian tertentu selain ijazah.
Saya rasa fakultas komputer, ekonomi dan kehutanan sudah berjalan, kemudian akan kami dorong agar fakultas tersebut bisa mempersiapkan lulusannya bukan hanya mampu bersaing di lokal. Tapi juga global melalui sertifikasi keahlian itu, sehingga mereka memiliki nilai lebih,” ujar Dikdik Harjadi.(Agus/KC Online)