illustrasi

Dipilihnya lapangan Pandapa Paramatha kompleks Stadion Mas’ud Wisnu Saputra sebagai lokasi pameran pembangunan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-519, dinilai kurang tepat karena tidak memperhatikan berbagai aspek penting yang seharusnya dikaji secara matang.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kuningan, Ismah Winartono, Rabu (13/9/2017) menuturkan, kegiatan pameran pembangunan, tidak hanya diselenggarakan satu atau dua hari, tetapi memakan waktu sampai berhari-hari sehingga dalam pelaksanaannya harus mempertimbangkan pula lokasi yang paling tepat.

“Dipilihnya Pandapa Paramartha sebagai kawasan strategis sekaligus yang berada di pusat kota, justru malah dinilai kurang tepat akibat terabaikannya faktor-faktor lainnya yang tidak kalah penting,” katanya.

Terutama yang harus diperhatikan imbas terhadap kegiatan pendidikan. Karena lokasi pameran pembangunan hanya beberapa meter dari SMAN 3 Kuningan, sehingga suasana kemeriahannya berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut.

Kemudian panitia penyelenggara juga harus memperhatikan kelancaran arus lalu lintas. Karena kemacetan tidak hanya terjadi di Jalan Siliwangi, juga meluas ke Jalan Aruji Kartawinata, yang merupakan lokasi SMPN 7 dan SMAN 2 Kuningan.

“Euforia peringatan Hari Jadi Kuningan, memang menjadi obat penawar bagi masyarakat, tetapi bukan berarti harus mengorbankan kepentingan yang lain sehingga ada pihak yang merasa dirugikan, termasuk siswa dan warga lainnya yang terganggu aktivitasnya serta mengeluhkan terganggunya arus lalu lintas,” tuturnya. (Yan/KC Online)