KEPALA BNN Kota Cirebon, Moh. Syablinoer, berfoto bersama usai menghadiri bimtek Bidang Pencegahan & Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Lingkungan Swasta Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Anti-Narkoba, di Hotel Santika, Kota Cirebon, Selasa (12/09/2017). (KC Online)

KEJAKSAN, (KC Online).-

Dunia bisnis merupakan sektor paling banyak diminati berbagai pihak karena memiliki banyak peluang dan keuntungan finansial. Daya tarik dunia bisnis yang banyak melibatkan jenis usaha dan wirausahawan ini menjadi salah satu target sasaran para pengedar narkoba.

Kepala BNN Kota Cirebon, Moh. Syablinoer, mengatakan, para pelaku bisnis juga termasuk komponen masyarakat dan penggiat anti-narkoba, sehingga perlu diberikan pelatihan juga.

“Pada bimtek kali ini kami mengundang sekitar 20 orang pelaku bisnis atau wirausaha seperti yang berasal dari bisnis perhotelan dan bisnis karaoke untuk diberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan dunia bisnis dan pelaku bisnis atau wirausaha,” ujar Syabli saat menghadiri Bimbingan Teknis Bidang Pencegahan & Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Lingkungan Swasta Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Anti-Narkoba, di Hotel Santika, Kota Cirebon, Selasa (12/09/2017).

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cirebon, Sidik Lingga, mengatakan bahwa korban yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba itu kian meningkat dan tidak mengenal usia. Pada kalangan para wirausaha pun banyak yang menjadi pemakai dan pecandu.

“Indonesia ini sekarang sedang dalam posisi darurat narkoba. Kota Cirebon pun sama sekarang sekarang sudah memasuki darurat narkoba,” ujar Sidik.

Lebih lanjut, Sidik menjelas bahwa dunia bisnis menjadi salah satu sektor yang rawan penyalahgunaan gelap narkoba mengingat korban yang merupakain pelaku bisnis atau karyawan ditempat karaoke pada kenyataannya memang banyak. Sehingga pelaku bisnis atau wirausaha perlu diberikan sosialisasi dan pelatihan untuk menjadi penggiat anti narkoba.

Pada bimbingan teknis tersebut, para pelaku bisnis dari berbagai perhotelan dan usaha karaoke dilatih untuk membuat rencana aksi program kegiatan P4GN. Rencana aksi ini dirancang agar mereka memilliki rencana kegiatan yang akan ditujukan untuk dirinya sendiri dan para rekan bisnisnya yang lain dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sidik menambahkan, peran serta yang diharapkan dari para pelaku bisnis yang mengikuti bimtek ini di antaranya adanya kegiatan sosialisasi anti-narkoba dilingkungan internal dan eksternal, adanya program P4GN di lingkungan masyarakat, dan diharapkan menjadi penggiat anti narkoba yang aktif.(Mutiara/Job/KC Online)