Pesta Budak Angon Tetap Lestari di Desa Legok Herang/Yan/KC Online

SUARA gamelan mengiringi kemerduan lagu-lagu buhun atau zaman dahulu yang dilantunkan seorang sinden saat pesta “budak angon” (pesta anak-anak penggembala) yang lebih dikenal dengan istilah pesta dadung, digelar di Desa Legok Herang, Kecamatan Cilebak, Rabu (13/9/2017).

Anak-anak penggembala yang membawa serandu dan dadung (tali) yang terbuat dari ijuk, dan konon tali itu diwariskan secara turun temurun, melakukan gerakan ibingan pencak silat, sehingga membuat suasana bertambah semarak.

Pesta dadung merupakan kegiatan turun temurun yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, sebagai wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian yang didapatkan masyarakat setempat. Hingga kini tradisi itu terus dilestarikan agar tidak punah tergerus budaya asing yang saat ini sudah merasuki kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk kepedulian akan seni dan budaya, Bupati Kuningan, H Acep Purnama sengaja menyempatkan diri untuk hadir langsung pada pelaksanaan pesta dadung tersebut, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), H Dian Rachmat Yanuar serta sejumlah pejabat lainnya.

Kedatangan bupati dan jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan disambut hangat dengan upacara lengser. Bahkan sebagai bentuk penghormatan, diberikan pula iket kepala yang dipakaikan oleh kepala desa setempat.

“Kegiatan budaya pesta dadung yang sudah diselenggarakan secara turun temurun oleh warga Desa Legok Herang harus terus dilestarikan supaya tidak punah. Kita semua harus bersama-sama ikut mempromosikannya agar menjadi salah satu daya tarik wisata.Mari kita kembangkan adat istiadat supaya menjadi ciri budaya yang akan menguatkan jati diri masyarakat,” kata H. Acep Purnama.(Yan/KC Online)