POTENSI ekonomi besar yang dimiliki Kota Cirebon belum bisa digali secara optimal. Untuk itu, harus dilakukannya pemilahan priorotas kawasan yang bisa dijadikan objek para investor untuk menanamkan modalnya di Kota Cirebon. Untuk itu, Dinas Pelayanan Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon menggelar kegiatan "Sinkronisasi Pemetaan Potensi Peluang Investasi Unggulan Kota Cirebon" yang berlangsung di Hotel Dewanti, Jalan Wahidin, Rabu (13/9/2017). (KC Online)

KEJAKSAN, (KC Online).-

Potensi ekonomi besar yang dimiliki Kota Cirebon belum bisa digali secara optimal. Untuk itu, harus dilakukannya pemilahan priorotas kawasan yang bisa dijadikan objek para investor untuk menanamkan modalnya di Kota Cirebon.

Dalam keseriusannya, Dinas Pelayanan Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon menggelar kegiatan “Sinkronisasi Pemetaan Potensi Peluang Investasi Unggulan Kota Cirebon” yang berlangsung di Hotel Dewanti, Jalan Wahidin, Rabu (13/9/2017).

Hal tersebut dilakukan dalam upaya sinergitas semua pihak dalam mendukung kemajuan Kota Cirebon di masa depan.

Kepala DPMPTSP, Sumantho menjelaskan, langkah awal dan pengkajian yang dilakukan yakni melakukan kerja sama dan penandatanganan integritas antarsejumlah lembaga seperti Pelabuhan, Kantor Kelautan Perikanan (KKP) dan Bandara Cakrabuana.

Hasilnya sendiri yakni, merumuskan dan melakukan pemetaan sejumlah potensi wisata unggulan yang ada. Dalam kesepakatan tersebut yakni dihasilkan membentuk empat kawasan potensial seperti wilayah Kesenden yang akan di jadikan Kawasan Bahari.
Kemudian, Pantai Kejawanan yang akan dijadikan obyek wisata rekreasi laut. Selain itu, Bandara Cakrabuana menjadi wisata udara serta Argasunya yang berpotensi menjadi Argo Wisata lalu Kawasan Pelabuhan akan di jadikan kawasan heritage. Sedangkan untuk kantor DPMPTSP juga akan dijadikan sebagai diorama.

“Bahkan, kami juga sudah petakan wilayah mana saja yang akan di jadikan potensi unggulan lainnya. Sehingga, harus dibuktikan dengan komitmen semua pihak yang ingin Kota Cirebon lebih baik lagi, ” ungkap Sumantho usai kegiatan.

Jika hal itu ingin terwujud, kata Sumantho, tentunya dibutuhkan komitmen semua pihak. Sehingga, targetnya selanjutnya setiap

instansi wajib sudah membuat pra “Feasibility Study” (FS), yang nantinya dijadikan dinas sebagai pegangan. Hal itu diperlukan bilamana investor baik nasional dan Mancanegara ingin menanamkan modalnya di kawasan potensial.

“Tahun depan seluruh SKPD harus sudah membuat FS. Minimalnya pra FS nanti itu bisa dicoba untuk digabungkan dan akan di tawarkan kepada investor. Mudah-mudahan ada yang tertarik dan berdampak baik bagi Kota Cirebon ke depannya, ” kata Sumantrho.

Cukup menjanjikan