Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Multazam Desa Maniskidul Kecamatan Jalaksana mengikuti Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Kuningan (Uniku), Kamis (28/9/2017).(Eman/KC Online)

Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Multazam Desa Maniskidul Kecamatan Jalaksana mengikuti Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Kuningan (Uniku), Kamis (28/9/2017).

Wakil Dekan I Fahutan Uniku, Iing Nasihin, mengemukakan, Fahutan Uniku merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berhubungan dengan lingkungan hidup, mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Terutama untuk pengabdian kepada masyarakat terus ditingkatkan dan dikembangkan, salah satunya memberikan PLH kepada siswa SDIT Al-Multazam.

Disebutkannya, PLH SDIT Al-Multazam yang dilaksanakan kedua kalinya ini, diisi 12 materi kegiatan berupa pengunduhan dan ekstraksi benih, pembuatan media tanam, persemaian, kompos, herbarium, pengenalan satwa liar, jenis pohon dan simplisia tanaman obat. Kemudian membuat kerajinan ramah lingkungan, mencangkok, menulis pesan lingkungan dan games lingkungan.

“Materi kegiatan yang diberikan pada PLH SDIT Al-Multazam merupakan pembelajaran secara langsung di lapangan, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mereka setelah memasuki usia dewasa,” katanya.

Iing mengemukakan, kegiatan ini merupakan upaya positif Fahutan Uniku untuk membekali siswa sebagai generasi penerus bangsa agar lebih mencintai lingkungan hidup. Sebab hasil akhir dari suatu proses pendidikan adalah perubahan sikap mental dan pada akhirnya akan membentuk karakter pribadi, komunitas dan bangsa.

“Siswa SD merupakan cikal bakal pemimpin di masa yang akan datang. Melalui pemberian pengetahuan dan pemahaman serta diikutsertakan dalam proses pendidikan, diharapkan akan menjadi bekal yang positif bagi mereka. Sehingga berpengaruh pada lingkungan hidup yang semakin berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu diungkapkannya, kondisi lingkungan hidup secara kualitas menunjukan penurunan, sehingga secara nyata berdampak terhadap keberlangsungan lingkungan hidup itu sendiri. Oleh karena itu, harus segera disikapi secara arif dan bijaksana untuk meminimalisir dampak negatif dari penurunan kualitas lingkungan hidup, serta memberikan perlindungan terhadap keberlangsungan kehidupan.

“Iklim yang sudah tidak menentu, peningkatan suhu udara, banjir, tanah longsor serta bencana alam lainnya merupakan dampak dari semakin menurunnya kualitas lingkungan,” katanya.(Eman/KC Online)