Wagub Jabar Apresiasi Karya Siswa SMK Karnas/Eman/KC Online

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), H Deddy Mizwar mengapresiasi karya ilmiah yang diciptakan siswa Laskar Penerang SMK Karya Nasional (Karnas) Kuningan, saat berkunjung ke sekolah tersebut, Rabu (13/9/2017).

Ketertarikan orang nomor dua di Pemerintah Provinsi Jabar itu untuk datang tidak lepas dari kekagumannya kepada para siswa SMK karnas yang sudah mampu merakit lampu hemat energi terbuat dari baterai (aki), dan kompor alternatif berbahan bakar sampah (hawuko) yang bisa menghasilkan energi listrik.

Sehingga penasaran ingin melihat dari dekat dapur produksi karya ilmiah yang dapat bermanfaat tersebut.

“Sepuluh tahun mendatang, kalian akan bertemu dengan saya, menjadi pengusaha nasional yang dapat membuka lapangan pekerjaan buat rakyat Indonesia. Jadilah entrepreneur professonal, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi sesama,” katanya.

Pada kesempatan itu, Deddy melihat langsung perakitan lampu penerang DC, dan meninjau bengkel elektronika dan bengkel yang dikelola oleh siswa, “Teaching Factory” SMK Karnas, yang membuka layanan bengkel mobil dan teknik perbaikan bodi otomotif serta sepeda motor.

Kemudian melihat “entrepeneur class” berupa pameran produk olahan makanan ringan oleh siswa dan bazar barang-barang daur ulang limbah hasil olahan siswa dari ekstrakulikuler seni kriya.

Kepala SMK Karnas Kuningan, H Yepri Esa Trijaka, mengungkapkan, pembuatan lampu penerang dengan menggunakan aki merupakan kerja sama SMK Karnas dengan seorang ahli dari ITB, yang mampu menghasilkan listrik hemat energi berkekuatan selama satu bulan dan bisa dipasang hingga lima titik lampu.

“Apabila dayanya lemah makan aki tersebut bisa dicash sehingga bisa terang kembali. Hasil karya para siswa tersebut sempat di hibahkan pada seorang nenek tidak mampu di Desa Sukarasa Kecamatan Darma yang tidak memiliki lampu penerang listrik,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, ke depan SMK Karnas akan memproduksi lampu penerangan jalan umum (PJU) dalam bentuk “mercury” yang dirakit dengan menggunakan teknologi tepat guna dan hemat energi.

“Jika ke depan negeri kita mengalami krisis energi, maka harus diantipasi dari sekarang dengan menggunakan lampu alterntif hemat energi,” ujarnya. (Eman/KC Online)