portal.tahupedia.com

DANDY (nama samaran) tak pernah menduga jika rengekan dan tangisan putra bungsunya, Rafly (juga nama samaran) selama empat hari tiada henti ternyata berhubungan dengan kedatangan arwah pengasuhnya yang telah meninggal enam bulan lalu.

Semula, aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Cirebon ini hanya menduga jika kerewelan Rafly hanya akan sakit biasa. Untuk itu, ia hanya mencoba menenangkan Rafly tatkala tangisnya pecah setiap menjelang tengah malam.

“Awalnya saya pikir, anak saya rewel itu karena sakit biasa, meskipun ketika itu suhu badan anak saya normal dan tidak ada tanda-tanda mau pilek. Pokoknya anak saya dalam kondisi sehat,” ujar Dandy kepada KC Online, Kamis (26/10/2017).

Hanya saja, dalam hati kecil Dandy, ia merasa sedikit heran karena Rafly selalu rewel menjelang pukul 24.00 WIB. Selain itu, matanya selalu memandang ke arah pintu kamar. Kalaupun menangis tidak ada air mata yang keluar.

“Kalau rewelnya sedang datang, saya berusaha menenangkannya. Saya juga sambil membaca salawat dan ayat-ayat Alquran. Memang anak saya itu tenang sebentar, tetapi setelah itu nangis lagi. Tapi anehnya nggak ada air matanya,” ungkap Dandy.

Diakui Dandy, dirinya sempat panik. Sebab ia khawatir jika dibiarkan pola tidur anaknya akan terganggu dan pada akhirnya akan memengaruhi kesehatannya. Terlebih, Rafly baru berusia tiga tahun, sehingga membutuhkan istirahat yang cukup.

Karena tidak mau berlarut-larut, akhirnya Dandy mencoba menghubungi rekannya yang mengerti dunia supranatural, sebut saja Medi. Medi merupakan salah seorang sahabatnya dan selalu membantu Dandy jika mengalami masalah yang janggal atau bersentuhan dengan dunia gaib. Ini tak terlepas dari posisi jabatan Dandy yang tengah ia pegang.

“Saya coba hubungi Mas Medi untuk melihat apakah ada gangguan gaib terhadap anak saya atau memang normal. Waktu ketemu Mas Medi, saya ceritakan semua masalahnya dan akhirnya Medi meminta waktu untuk melakukan ritual,” paparnya.

Akhirnya, lanjut Dandy, informasi yang didapat ternyata yang datang dan dilihat anaknya itu adalah sesosok arwah pengasuh bayinya yang meninggal dunia karena sakit liver.

“Sebenarnya saya dari awal sudah menduga kalau Bi Inah (pengasuh bayi Rafly, Red) yang datang. Tapi saya nggak paham maksudnya apalagi sampai mengganggu istirahat anak saya,” ucap Dandy.

Dandy baru ‘ngeh’ setelah mendapat penjelasan dari Medi, jika ternyata Bi Inah itu merasa prihatin dengan kondisi Rafly yang kurang mendapat penanganan baik dari ibu kandungnya, atau istri Dandy. Hal itu pun diakui Dandy, jika selama ini hanya dirinyalah yang memandikan, memberi makan sampai mengajak Rafly bermain. Sedangkan anak sulungnya sudah bisa main sendiri karena sudah masuk kelas 2 sekolah dasar swasta ternama.

“Istri saya memang kurang care sama anak-anak. Makanya sewaktu Bi Inah masih hidup, sejak bayi masih merah sampai menjelang meninggal, Bi Inah yang selalu merawatnya. Bahkan saat mau meninggal, Bi Inah sempat memeluk Rafly untuk terakhir kalinya. Waktu itu Rafly terlihat sangat terpukul melihat Bi Inah terbaring sakit di rumahnya,” tutur Dandy.

Minta diikhlaskan

Akhirnya dengan bantuan Medi, Dandy meminta agar Bi Inah tidak perlu khawatir akan kesehatan dan keselamatan Rafly. Ia pun meminta Medi agar pengasuhnya itu tidak datang lagi.

“Saya sengaja tidak memberikan gambaran awal kepada Mas Medi tentang ketakutan anak saya. Namun Mas Medi rupanya tau kalau yang datang itu arwah Bi Inah karena Mas Medi bisa menunjukkan pakaian yang biasa dikenakan Bi Inah dan ciri-ciri orangnya,” papar Dandy.

Akhirnya, Medi pun melakukan dialog gaib dengan Bi Inah dan memintanya untuk tidak perlu khawatir dan tidak usah datang lagi menemui Rafly.

“Alhamdulillah setelah diminta untuk nggak datang lagi, anak saya bisa tidur nyenyak seperti biasa. Awalnya ia seperti ketakutan dan terus memandangi pintu kamar, tetapi hanya sebentar kemudian bisa tidur nyenyak,” ucapnya.

Dandy mengaku tak habis pikir jika arwah Bi Inah masih saja membayangi putra bungsunya. Meskipun maksudnya hanya untuk ‘menengok’, namun karena sampai membuat Rafly rewel dan selalu begadang sampai empat hari mau tak mau membuat Dandy mengambil langkah antisipasi.

“Saya juga sudah mendatangi keluarga Bi Inah dan menceritakan kejadian ini. Saya meminta keluarga Bi Inah untuk bersama-sama mendoakan agar Bi Inah mendapat ampunan dan tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ujar warga perumahan di daerah Kedawung ini. (KBI)