RATUSAN pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Majalengka melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan narkoba di Aula Kanya Wasistha Polres Majalengka. Jejep/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Polres Majalengka secara rutin melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar di lingkungan Pemkab Majalengka. Bahkan saat ini tengah mengupayakan agar masuk dalam kurikulum pendidikan di SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Majalengka.

Wakapolres Majalengka Komisaris Ijang Syafei mengatakan, saat ini Indonesia sudah masuk dalam tahapan darurat narkoba, dengan target sasaran di semua lapisan usia, bahkan tingkatan pelajar sudah menjadi target operasi peredaran narkoba.Untuk itu diperlukan peran aktif dari semua pihak agar narkoba tidak merusak generasi penerus bangsa.

“Kita tidak cukup hanya dengan menangkap para pengedar maupun bandar narkoba, melainkan juga harus dengan penyadaran masyarakat tentang bahaya narkoba saat ini,” kata Wakapolres saat menggelar sosialisasi di SMPN 1 Majalengka, Sabtu (21/10/2017).

Menurut dia, wawasan tentang bahaya narkoba yang diikutsertakan dalam kurikulum mata pelajaran penting diterapkan, agar para pelajar bisa mengetahui lebih mendalam terkait dampak negatifnya. “Alhamdulillah kita telah melaunching program pendidikan tentang anti dan bahaya narkoba yang diikutsertakan dalam kurikulum SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Majalengka,” papar Wakapolres.

Bahkan, ke depannya, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan Polres Majalengka akan mempersiapkan waktu agar para orangtua murid diundang dan dibuatkan Forum Group Discussion (FGD) tentang pola pengawasan terhadap anak dari bahaya narkoba.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Iman Pramudya Subagja mengingatkan semua siswa untuk menjauhi dan tidak mengenal narkoba jenis apapun atau sekedar ikut-ikutan melihat orang yang sedang mengkonsumsi narkoba sekalipun.

Menurutnya tidak pernah ada yang diuntungkan dengan mengonsumsi ataupun mengedarkan, karena semuanya berbahaya dan berisiko dengan hukum dan kesehatan fisik ataupun psikis.

“Tidak pernah terdengar ada pengguna ataupun pengedar narkoba yang memiliki jiwa yang tenang atau masa depan hidup yang baik, semua suram dan akan terus merasa dikejar-kejar kesalahan. Semua harus takut berurusan dengan hukum, apalagi harus dipenjara,” ungkap Iman.

Hadir pada acara itu Kasat Narkoba Ajun Komisaris Darli, Kapolsekta Majalengka, Ajun Komisaris M Suparman serta tamu undangan lainnya.(Tati/Jejep/ KC Online)