PETUGAS kantor JNE Pangkal Pinang melayani konsumen yang ingin mengirim barang di Kantor JNE Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Selasa, 10 Oktober 2017.PRLM/KC Online

JAKARTA, (KC Online).-

Pertumbuhan logistik di daerah relatif masih jauh tertinggal dibandingkan dengan perkotaan khsuusnya kota-kota di Jawa. Daya tarik pariwisata dinilai paling efektif dalam mendorong pertumbuhan logistik retail di daerah.

“Pertumbuhan di kota-kota di Jawa dan Bali rata-rata mencapai 30 persen per tahun.‎ Sementara pertumbuhan di daerah lebih sedikit, di Sumatera rata rata mencapai 20 persen,” ujar Head of Regional Sumatera JNE, Edwina Yudianti saat Seminar JNE Ngajak Online di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Selasa, 10 Oktober 2017.

‎Meskipun demikian, Edwina mengatakan, ada beberapa daerah di Sumatera yang pertumbuhannya di atas rata-rata. Daerah tersebut diantaranya adalah Medan, Batam, Padang dan Bangka Belitung.

“Jika diamati daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang ‎banyak dikunjungi wisatawan. Jadi semakin maju pariwisata suatu daerah, semakin tingi pertumbuhan ekspedisi retailnya,”ujar dia.
Lebih cepat

Menurut dia, komoditas yang paling banyak dikirim melalui ekspedisi JNE di daerah pariwisata tersebut adalah pakaian dan makanan. Oleh sebab itu, JNE berupaya mengembangkan inovasi produk untuk pengiriman yang lebih cepat dan aman. Apalagi sebesar 30 persen pengiriman retail di daerah tertentu seperti Pangkal Pinang, merupakan makanan basah mudah basi.

“Kami adakan spesial delivery Service dimana produsen makanan mengirim ke kantor JNE maksimal pukul 8 pagi, setelah itu hari itu juga makanan tersebut sudah bisa sampai ke konsumen di daerah Jabodetabe. Namun ini masih di daerah tertentu yang pengiriman makanan basahnya tinggi yaitu di Pangkal Pinang dengan lempah kuningnya dan Palembang dengan mpek mpeknya,” tuturnya.

Meskipun demikian, Edwina menambahkan, banyak pelaku UKM yang belum mendapatkan pengetahun mengenai cara berjualan online. Oleh sebab itulah, JNE melakukan rangkaian program pelatihan dan seminar untuk para UKM agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara luas. Acara ini diselenggarakan di 18 kota di berbagai wilayah Indonesia yang berada di luar Jawa.‎

“Kami memberikan pengetahuan bagaimana strategi berjualan online‎ sampai bagaimana menampilkan foto di internet agar lebih menarik,” katanya.

Branc Manager JNE Pangkal Pinang, Asbulla, mengatakan UKM di Pangkal Pinang memiliki potensi besar karena begitu banyak produk khas dan asli daerah tersebut.

“Kami berharap agar program ini memberikan inspirasi pada pelaku UKM untuk berkembang dengan menjalankan strategi penjualan dan pemasaran yang tepat,”ujar dia.(PRLM/KC Online)