Pemuda Pancasila bersama TNI menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI selama dua malam berturut menutup akhir pekan kemarin. Kegiatan sebagai wujud kampanye mengenal dan mengenang sejarah bangsa Minggu (1/10/2017)(Cipyadi/KC Online)

Pemuda Pancasila bersama TNI menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI selama dua malam berturut menutup akhir pekan kemarin. Kegiatan sebagai wujud kampanye mengenal dan mengenang sejarah bangsa itu, dikakukan di dua lokasi berbeda.

Pada malam pertama, pemutaran film dilakukan di Jalan Tridaya Barat yang menjadi markas Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu, dan pada malam kedua dilangsungkan di Lapangan Nusantara Rumah Bhinneka Tunggal Ika Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Jatibarang.

Kegiatan ini diwarnai dengan pembagian buku sejarah, dengan harapan agar generasi muda bangsa dapat memahami dan mengenal sejarah sebagai pondasi kokoh guna meningkatkan kecintaannya pada tanah air.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu, Daniel Mutaqien Syafiuddin, didampingi Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Jatibarang, Hadi Suprapto, menuturkan, kegiatan nobar film G-30S/PKI merupakan hal yang sangat positif dalam pengenalan sejarah bangsa. Utamanya, kepada generasi muda saat ini sebagai penerus bangsa pada masa mendatang.

Dengan demikian, ia berharap sejarah kelam bangsa melalui Gerakan 30 September pada tahun 1965 yang digawangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut tidak terulang kembali di masa berikutnya.

“Untuk itu pula, selain memutar film dan ‘nonton bareng’, turut pula dibagikan sejumlah buku sejarah bangsa agar kita dapat semakin yakin, bila sesungguhnya Pancasila patut diamankan dan diamalkan,” tuturnya, Minggu (1/10/2017).

Dikatakannya, selama beberapa tahun terakhir, film G-30S/PKI jarang diputar. Dan baru pada tahun ini, film tersebut gencar diputar melalui kegiatan nonton bareng yang dilakukan bersama TNI di berbagai tempat hingga ke seluruh penjuru negeri.

Inti penting dari kegiatan ini adalah meyakinkan kembali kepada bangsa Indonesia, bahwa sesungguhnya Pancasila merupakan ideologi bangsa yang tidak dapat ditawar lagi, apalagi diubah dengan ideologi apa pun dan dengan cara apa pun.

“Bela negara harus tumbuh dalam sanubari setiap anak bangsa. Dan kelima unsurnya harus tertanam kuat,” tandasnya.

Kelima unsur bela negara itu, lanjutnya, antara lain cinta tanah air, kemudian memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, serta yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara. Sedangkan dua unsur lainnya, yakni rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Menurutnya, kelima unsur bela negara ini patut digalakan kembali, mengingat kondisi bangsa saat ini rentan disintegrasi.
Kegiatan nobar ini dibuka oleh Dandim 0616/Indramayu Letnan Kolonel Arh Benny Febrianto, yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Hudi Mahudi.

Dalam sambutannya, Hudi mengatakan pemutaran film G-30S/PKI ini bisa menjadi sarana pengenalan sejarah bangsa bagi generasi muda. Terutama, untuk memberikan gambaran tentang peristiwa pengkhianatan yang dilakukan PKI pada 52 tahun lalu. (Cipyadi/KC Online)