Sejak tanggal 3 Oktober 2017 pintu pengeluaran air waduk itu ditutup total. PRLM/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung sejak empat hari lalu telah menutup total pintu pengeluaran air genangan Waduk Darma di Kabupaten Kuningan.

Penggelontoran air waduk buatan itu dihentikan setelah sejak dua pekan terakhir daerah hulu dan hilir Daerah Aliran Sungai Cisanggarung tempat waduk itu berada sudah mulai sering diguyur hujan.

Koordinator Bendungan Waduk Darma dan Malahayu dari BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dodo Wardoyo, didampingi salah satu petugas operasi Waduk Darma Udi Marsudi, menyebutkan alasan utama penutupan pintu air itu karena sementara ini kebutuhan air daerah irigasi hilir Waduk Darma cukup terpenuhi dari turunya hujan.

“Karena sudah ada hujan dan tidak ada lagi permintaan air dari daerah hilir, sementara ini pintu pengeluaran air waduk ini kami tutup dulu. Kalau ada permintaan dan stok airnya masih ada, bisa saja pintu air waduk ini kami buka lagi,” ujar Udi Marsudi, yang sedang berada di sisi timur pinggiran area genangan waduk tersebut, Minggu (8 /10/2017).

Udi Marsudi dan salah satu rekan sekerjanya Didi Tauhidi yang ditemui “PR” secara terpisah, menyebutkan penggelontoran air Waduk Darma pada musim kemarau ini jauh lebih sedikit dibanding pada kemarau tahun-tahun sebelumnya.

“Dilihat dari posisi tinggi muka air sebelum pintu air dibuka hingga ditutup kemarin, permukaan genangan waduk ini hanya mengalami penurunan sekitar 4 meter,” kata Udi Marsudi.
Genangan waduk

Berdasarkan data volume air di kantor pengelolaan Waduk Darma, tampungan air di waduk itu pada musim kemarau 2017 mulai digelontorkan tanggal 16 Juli 2017 dengan debit pengeluaran sekitar1,5 meter kubuk per detik.

Pada saat itu elevasi (ketinggian permukaan genangan) Waduk Darma berada pada titik maksimumnya sekitar 712 meter di atas permukaan laut.

Kemudian atas permintaan dari para pengguna air di daerah hilrnya, mulai 19 Agustus pengeluaran airnya diperbesar menjadi sekitar 3,016 m3/detik. Lalu mulai tanggal 22 September 2017 diturunkan hingga kisaran 2 m3/detik. Sejak tanggal 3 Oktober 2017 pintu pengeluaran air waduk itu ditutup total.

Berdasarkan data pada alat-alat ukur yang ada, elevasi permukaan genangan Waduk Darma setelah ditutup hingga Minggu, 8 Oktober 2017, berada pada posisi sekitar 708 mdpl. Dengan luas muka air sekitar 3.138.039 meter, sisa volume air tertampung sekitar 21.209.834 meter kubik.

Mengacu pada ketentuan teknisnya, cadangan air tersisa untuk memenuhi permintaan air daerah hilir jika kemarau ini berlanjut terukur saat ini masih tersedia sekitar 13 juta meter kubik.

Dalam ketentuan teknisnya, titik elevasi minimum atau posisi terendah permukaan genangan waduk itu harus dipertahankan di posisi 702,98 mdpl. Dengan sisa volume tampungan air sekitar 7,5 juta meter kubik. Namun, terpantau “PR” di ujung musim kemarau lima tahun terakhir, genangan waduk belum sampai terkuras hingga mencapai batas minimumnya itu.(PRLM/KC Online)