KANITREGIDEN Satlantas Polres Bandung, Wartika menyosialisasikan layanan e-samsat kepada para pengunjung pasar tumpah di Jalan Alfathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (8/2/2015). Dengan layanan e-samsat, pembayaran pajak bisa dilakukan lewat ATM, sehingga tidak perlu mengantre di Kantor Samsat. (PRLM/KC Online)

JAKARTA, (KC Online).-

Warga masyarakat di Jakarta khususnya, kini semakin mudah dalam membayar pajak kendaraan. Hal itu menyusul adanya perluasan layanan yang dilakukan Bank DKI dengan menggandeng Bank BNI, Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bukopin terkait pembayaran e-Samsat DKI Jakarta.

Diketahui, e-Samsat merupakan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) di DKI Jakarta.

Layanan ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra.

Dalam perluasan layanan pembayaran e-Samsat DKI Jakarta ini ke empat bank tersebut berperan sebagai penerimaan pembayaran PKB, PNBP, dan SDWKLLJ.

“Bank DKI dalam hal ini sekaligus sebagai agregator pengumpulan dana hasil penerimaan pembayaran untuk wilayah DKI Jakarta,” ujar Dirut Bank DKI Kresno Sediarsi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Dengan adanya perluasan layanan ini, wajib pajak yang ingin melakukan pembayaran pajak dapat melakukan pembayaran melalui jaringan ATM Bank DKI, BNI, BTN dan Bukopin.

Nasabah Bank DKI juga dapat melakukan pembayaran melalui e-channel Bank DKI yang lain yakni melalui EDC Bank DKI dan Mobile Banking yakni JakMobile. E-Samsat ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi penerimaan pembayaran e-Samsat.

Cara wajib pajak untuk melakukan pembayaran via ATM cukup mudah, tutur Kresno. Pemilik kendaraan cukup datang ke ATM terdekat. Pilih menu utama untuk pembayaran PKB/STNK, masukan nomor kendaraan dan masukan kode alfabeth.

Apabila berhasil di-inquiry maka akan keluar jumlah tagihan yang harus dibayar, untuk No Polisi, Merek, Tipe, Modul Transaksi dan Nominal PKB. Nasabah akan didebet sesuai jumlah totalnya, kemudian jika setuju maka pilih Bayar.

Setelah mendapatkan bukti pembayaran di ATM, wajib pajak harus melakukan pengesahan STNK di seluruh sentra layanan Kantor Bersama Samsat di masing-masing wilayah hukum Polda.

Adapun untuk pembayaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dapat dilakukan dengan mendatangi lokasi Samsat dan di gerai Samsat terdekat.

Dukung peningkatan PAD

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perluasan layanan pembayaran E-Samsat dengan beberapa bank bertujuan untuk mendukung dalam meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah dari sektor pajak.

“Payment system Bank DKI sangat mendukung untuk program e-Samsat karena jaringan Bank DKI Host to Hostdengan sistem Diskominfomas dan SAMSAT Polda Metro Jaya,” kata Kresno.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri menyambut baik perluasan layanan pembayaran E-Samsatini sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi C Brata mengungkapkan bahwa penerapan pembayaran pajak dengan sistem non tunai melalui e-channel dari perbankan akan semakin meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Gubernur DKI Jakarta mengapresiasi seluruh pihak bersama Bank DKI bersinergi dalam layanan perbankan untuk perluasan pembayaran e-Samsat DKI Jakarta yang semakin memudahkan warga DKI Jakarta dalam melakukan pembayaran.

Ia juga menghimbau warga DKI Jakarta untuk semakin tepat waktu dalam melakukan pembayaran pajak karena sudah semakin dimudahkan.

Sementara, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra menuturkan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor via e-Channel dari perbankan akan menciptakan manfaat positif pada sektor pajak daerah, terutama setelah diterapkannya pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online.(PRLM/KC Online)