SMPN 7 Kuningan/.Eman/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN), SMPN 7 Kuningan di tahun pelajaran 2017/2018 memasuki sekolah model (sekmod) tahun kedua dengan sekolah imbas (sekim), SMPN 1 Garawangi, SMPN 1 Cigugur, SMPN 1 Kramatmulya, SMPN 5 Kuningan, dan SMPN 1 Sindangagung.

Kepala SMPN 7 Kuningan, Efendi, mengemukakan, sekmod merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu sekolah, terutama dalam pendidikan, yang tujuannya untuk mendorong sekolah mengimplementasikan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Yakni standar isi, kompetensi lulusan, proses, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.

“Yang menjadi pembeda pada sekmod, adanya sekolah-sekolah mitra sebagai binaan yang disebut sekim. Satu sekmod rata-rata mempunyai mitra binaan lima sekim,” ungkapnya.

Disebutkannya, pada tahun pertama pelaksanaan sekmod, sekolah imbas hanya diposisikan sebagai audiens/peninjau. Kemudian kewajiban tahun pertama sekmod, melaksanakan minimal empat SNP, yaitu standar isi, kompetensi lulusan, proses, dan penilaian dengan target capaian minimal satu indikator dari keempat SNP tersebut.

“Pola kerjanya dengan menggunakan model siklus, terdiri dari pemetaan mutu pemenuhan rencana pemenuhan-pelaksanaan rencana pemenuhan-evaluasi/audit, pelaksanaan rencana-penetapan standar mutu,” katanya.

Kemudian di tahun kedua, sekmod didorong untuk melaksanakan 8 SNP tersebut dengan target capaian minimal 30 persen dan empat SNP yang dilaksanakan pada tahun pertama tetap menjadi prioritas.

Menurut Efendi, memasuki tahun kedua ini sekim mulai diberi berbagai informasi mengenai apa-apa yang telah dilaksanakan oleh sekmod dan harus memenuhi tugas-tugas yang menjadi kewajibannya, dengan pola kegiatan pendampingan 1 (IN 1), kegiatan pemantauan dan bimbingan ke sekim (ON 1, ON 2, ON 3) dan kegiatan pendampingan 2 (IN 2).

“Secara khusus, program ini bernama Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI),” ujarnya. (Eman/KC Online)