Batik Indramayu/ Odok/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Dari sekian banyak motif batik khas Indramayu, baru sebagian saja yang sudah dipatenkan. Pemerintah daerah saat ini berusaha mematenkan lebih banyak lagi motif batik Indramayu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Bachtiar mengatakan, Kabupaten Indramayu memiliki sekitar 140 motif batik. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 80 di antaranya saja yang sudah dipatenkan.

Motif batik yang sudah dipatenkan itu di antaranya yakni motif kembang betah. Motif itu memiliki arti adanya kesinambungan antara alam dan manusia. Ada juga motif batik kawung yang memiliki arti perjuangan hidup. Jika ingin mendapatkan rezeki melimpah, maka harus didahului oleh kerja keras.

Paling khas lagi, yakni motif batik iwak petong. Batik itu menggambarkan kekayaan laut pesisir Indramayu. Kebanyakan motif batik Indramayu sarat akan makna kehidupan.

Lebih jauh Bachtiar menjelaskan, pemerintah daerah saat ini terus berupaya menambah paten batik Indramayu. Namun masih terbentur sejumlah hal. Contohnya, untuk mengajukan paten batik perlu dilengkapi dengan narasi sejarah motif tersebut.

“Itu sangat membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Di situlah kendalanya,” kata dia di Gedung DKI, Jalan Veteran Indramayu, Rabu (11/10).

Sonny Muchlison, seorang desainer nasional mengatakan, Kabupaten Indramayu memiliki kekayaan batik yang unik dan beragam. Hendaknya kekayaan itu menjadi kebanggan warga Indramayu.

Menurutnya, motif batik Indramayu lebih dipengaruhi oleh tema kekayaan alam bukan kerajaan. Hal itulah yang membuat istimewa jika dibandingkan dengan batik daerah lain.

“Menggambarkan potret kehidupan pesisir laut dan dilakukan oleh para istri nelayan yang ditinggal suaminya pergi melaut,” ujar dosen Institut Kesenian Jakarta tersebut.

Keunikan lainnya juga terlihat dari tekhnik yang dipakai. Tekhnik complongan tidak ditemukan di daerah lain. “Pelubangan kain dengan menggunakan alat menyerupai jarum,” tutur dia.

Sayangnya, lanjut dia, keunikan itu kurang ditunjang dengan promosi yang baik. Alhasil, batik Indramayu pun kurang dikenal oleh masyarakat luas. Promosi merupakan poin penting kemajuan batik Indramayu.

Carwati, salah seorang pemilik butik di Indramayu menerangkan, ada bermacam-macam jenis batik. Ada batik tulis, cap dan kombinasi. Lain hal dengan printing. Menurutnya printing bukanlah membatik.

“Karena materialnya tidak pakai malam. Proses pengolahannya pun berbeda,” ujarnya.

Saat ini, nasib pembatik tengah di ujung tanduk. Pasalnya tidak ada regenerasi pembatik. Oleh sebab itu jika masyarakat lebih memilih printing maka dirinya kecewa. Sebab sama saja tidak peduli dengan nasib para pembatik. (Odok/KC Online)