galamedianews.com

GARUT, (KC Online).-

Keluarga pasien kecewa terhadap pelayanan buruk RSUD dr. Slamet Garut, Jawa Barat, yang mengakibatkan Rina (35) warga Kampung Nyalindung RT 02/RW 08, Desa Kertajaya, meninggal dunia dalam kendaraan ambulance di halaman Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Slamet. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (10/10/2017) malam.

Rina, merupakan salah satu pasien yang di rujuk oleh Puskesmas Kecamatan Cubatu untuk di rawat di RSUD dr. Slamet Garut. Namun, saat tiba di RSUD tidak ada satupun perawat atau dokter jaga yang memberikan tindakan. Sehingga pada pukul 21.00 WIB, meninggal dunia di dalam ambulnace.

“Saya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD dr. Slamet Garut, yang melakukan pembiaran terhadap adik saya, yang kondisinya sudah koma dalam kendaraan ambulance milik Puskesmaa Cibatu, yang akhirnya meninggal dunia,” ujar Cecep Kurniansah, yang juga Kepala Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Rabu (11/10/2017) pada wartawan.

Dikatakan Cecep, awalnya adiknya menjalani perawatan di Puskesmas Cibatu. Lantaran tidak bisa menangani, pihak Puskesmas lalu merujuk untuk di rawat di RSUD dr Slamet Garut. Kemudian perawat yang ada di Puskesmas berkomunikasi dahulu dengan pihak RSUD untuk menanyakan ruangan.

“Perawat yang ada di RSUD sempat di hubungi oleh perawat yang ada di Puskesmas. Sehingga, saya cepat membawa adik saya ke RSUD. Namunya, lagi saat sampai di RSUD tidak ada penanganan sama sekali. Bahkan dokter yang jaga, saat itu dokter Fajar, mengatakan, tidak ada solusi dan ruangan IGD sedang penuh,” kata Cecep.

Ia menuturkan, memang kondisi ruangan IGD sedang penuh. Namun kendati demikian, pelayanan medis harus tetap dilakukan tidak seperti yang menimpa adik saya. “Adik saya sudah ktitis, perawat yang mendampingi dari Cibatu sudah panik ketika adik saya hendak meninggal dunia,”

Berdasarkan informasi, Kepala Desa Kertajaya tersebut, sempat mengamuk di dalam ruangan IGD, setelah mengetahui adikanya sudah meninggal dunia dalam mobil ambulance (GM/KC Online)