Ilustrasi

SAMARINDA, (KC Online).-

Seorang pemuda berinisial Nad (20), warga Jalan Pangeran Antasari, Samarinda, gagal menikah dengan wanita pujaannya, Desember 2017 gara-gara mendekam di penjara. Ia berurusan dengan polisi gara-gara mencabuli perempuan yang masih berusia 15 tahun.

Nad yang kesehariannya sebagai tukang servis elektronik keliling itu, diciduk Polsekta Samarinda Ulu, Senin (13/11/2017) sekira pukul 14.00 WITA di rumahnya. Dia ditangkap menyusul laporan orangtua korban, beberapa hari sebelumnya.

Di hadapan penyidik, Nad mengaku 2 kali menggauli korban, yang tidak lain temannya sendiri di rumahnya saat sedang sepi. Peristiwa itu sendiri terjadi sekira Mei 2015 lalu.

Nad mendapatkan nomor ponsel korban hingga berkenalan dan membawa ke rumahnya. Nad menuding, justru korban yang memintanya berhubungan intim.

“Saya tahu kok dia anak di bawah umur. Dia waktu itu cerita, tidak sengaja habis lihat tantenya berhubungan intim. Saya tanya apa dia mau juga? Dia bilang iya,” klaim Nad.

“Setelah 2 kali berbuat itu di rumah saya, saya kemudian putus kontak. Sampai akhirnya saya berencana menikah di Desember depan ini. Tapi tahu begini, nikah batal,” ujarnya.

Sementara, Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo menerangkan, sebelum ditangkap, polisi terlebih dahulu menyamar sebagai pemesan jasa servis elektronik.

Pelaku kini meringkuk di penjara Polsekta Samarinda Ulu. Di dijerat dengan pasal 76 Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (GM/KC Online)