Pondok Pesantren (Pontren) Modern Al-Ikhlas, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan menggelar Sosialisasi “Muadalah dan Studium General” (kuliah umum) dengan menghadirkan Guru Besar dari Universitas Al-Azhar, Cairo Mesir, As-Said Muhammad Ali Al-Husaini, Senin (13/11/2017). Eman/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Pondok Pesantren (Pontren) Modern Al-Ikhlas, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan menggelar Sosialisasi “Muadalah dan Studium General” (kuliah umum) dengan menghadirkan Guru Besar dari Universitas Al-Azhar, Cairo Mesir, As-Said Muhammad Ali Al-Husaini, Senin (13/11/2017).

Pimpinan Pontren Modern Al-Ikhlas, KH. M Tata Taufik, menuturkan, ponpes yang berdiri pada 16 Juli 1990 ini merupakan lembaga pendidikan Islam pertama di Kabupaten Kuningan yang mengadopsi sistem pendidikan Ponpes Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur.

“Awalnya Pontren Modern Al-Ikhlash hanya memiliki 25 santri putra dan putri.Kemudian terus berkembang dan Alhamdulillah hingga saat ini telah melahirkan sekitar 1000 lebih alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, As-Said Muhammad Ali Al-Husaini, dalam kuliah umumnya yang bertemakan “Mempersiapkan Generasi Muda Muslim Masa Depan” , mengatakan, dalam rangka membina dan menyiapkan generasi muda Muslim perlu keseriusan. Sehingga mereka kuat dalam ekonomi, politik, pendidikan, agama, akhlak, dan semangat berprestasi.

Kemudian untuk membangkitan kembali peradaban Islam, tidak cukup dengan membanggakan peradaban Islam beberapa abad lalu dan mempelajari ilmu agama saja. Namun harus dengan belajar sungguh-sungguh dalam mempelajari pula ilmu kimia, kedokteran, fisika, ilmu alam, teknologi dan sebagainya. Sehingga diharapkan dapat menjadi generasi umat yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Kami berharap seluruh pontren dan Kementerian Agama (Kemenag) selalu menjalin komunikasi dan bersinergi dalam meningkatkan kualitas keilmuan lembaga pendidikan Islam di Indonesia,” katanya.

Sementara itu pada kegiatan yang dihadiri santri, guru, dan pimpinan ponpes di Kabupaten Kuningan serta Kepala Seksi (Kasi) PD Pontren Kemenag, HM Nurdin ini, sosialisasi program muadalah sebagai pengakuan lulusan pesantren setara dengan lulusan MA hingga lulusannya bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi disampaikan Kepala Bidang (Kabid) PD Pontren Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, KH Abu Bakar Shidik. (Eman/KC Online)