Ilustrasi/anehtapinyata.net

SEBAGAI seorang agen atau freelance proyek membuat Dodi (nama samaran) harus melanglang buana ke sejumlah daerah. Hal ini ia lakukan karena tidak sedikit pengusaha jasa konstruksi atau pemilik proyek membutuhkan bantuannya untuk mencari investor agar mau bergabung dalam menuntaskan proyek yang ditanganinya.

Pekan lalu, Dodi bersama empat rekannya masing-masing Iwan, Dani, Erwin dan Hadi (semua nama samaran) berangkat menuju Klaten, Jawa Tengah. Dalam perjalanan ke daerah tersebut, semua berjalan lancar hingga urusan proyek dapat diselesaikan dengan cepat.

Hanya saja, saat hendak pulang kembali ke Cirebon, salah seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon meminta Dodi untuk pindah kendaraan bersama empat orang lainnya. Sementara pejabat dinas PUPR menggunakan mobil lain untuk kembali ke Cirebon.

“Di tengah perjalanan sekitar daerah Demangan, Klaten, Dodi mendapat bisikan gaib. Ia sendiri tidak menyangka bakal mendengar suara tanpa rupa, karena sejauh ini Dodi tidak begitu suka dengan segala sesuatu yang menyangkut urusan gaib,” terang Yadi, rekan Dodi kepada KC Online, Senin (20/11/2017).

Waktu itu, lanjut Yadi, Dodi mendengar bisikan jika ia bersama empat rekan lain yang bersamanya akan mengalami kecelakaan. “Nanti kamu bakal mengalami kecelakaan, kepalamu bakal terbentur bodi mobil dan teman-temanmu juga akan mengalami luka-luka,” ujarnya.

Tak lama setelah bisikan itu hilang, mobil yang ditumpangi Dodi tiba-tiba mengalami guncangan hingga berkali-kali seperti layaknya mobil yang hendak mogok jalan. Karuan saja, semua penumpang dan sopir yang ada di dalam kendaraan tipe Toyota Avanza warna hitam itu panik.

“Setelah guncangan selesai, Dodi dan empat lainnya langsung tak sadarkan diri. Keanehan lainnya, mobil yang mereka tumpangi tidak lagi berada di tengah jalan, tetapi di pinggir pohon besar dalam kondisi berhenti,” ungkapnya.

Karena penumpang yang ada di dalamnya tak kunjung keluar, membuat sejumlah warga berusaha untuk mencari tahu. Namun alangkah terkejutnya mereka ketika melihat para penumpang itu seperti tengah tertidur pulas. Karena takut terjadi sesuatu, warga melaporkan hasil temuannya kepada petugasĀ  polsek setempat.

“Pas polisi berusaha membangunkan semua penumpang, ternyata semuanya mengalami patah tulang. Ada yang patah di bagian kaki, tangan dan tulang rusuk. Namun kondisi yang paling parah dialami Dodi. Dahinya ambles hingga menyerupai mangkok, tangan kanannya patah dan yang paling mengerikan adalah posisi kelopak mata kirinya bergeser ke bawah hingga mendekati mulut,” kata Yadi.

Kelima penumpang Avanza itu kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Baik Dodi maupun keempat rekannya baru sadar setelah mereka berada di rumah sakit. Itu juga Dodi dan keempat rekannya sempat bingung kenapa mereka berada di rumah sakit.

Waktu ditanya polisi, lanjut Yadi, Dodi maupun empat temannya mengaku sebelum mobil berhenti sempat terguncang beberapa kali. Mereka juga tidak tahu jika mobil yang ditumpanginya berhenti di bawah pohon besar di pinggir jalan, dan yang lebih aneh mereka tidak merasakan sakit apapun. Bahkan luka lecet maupun setetes darah tidak keluar dari bagian tubuh yang patah atau bergeser. Mereka hanya mengaku tertidur.

“Polisi sendiri sampai bingung untuk menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan aneh itu. Soalnya, posisi mobil tidak ada yang rusak, bahkan lecet akibat kecelakaan juga tidak ada. Jika dibilang kecelakaan tunggal sekalipun, mobil dipastikan ada kerusakannya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, tidak ada kerusakan sama sekali,” ucapnya.

Dodi juga tidak habis pikir dengan bergesernya kelopak mata kiri sampai hampir menyentuh bibirnya. Sementara ia tidak merasakan sakit sama sekali dan sekalipun dahinya ambles ia juga tak merasa kesakitan.

Sebagai sahabat, Yadi menyarankan Dodi untuk mencoba mengonsultasikan kejadian aneh yang dialaminya kepada orang yang mengerti dunia supranatural. Namun saran itu ditolak Dodi dengan alasan takut dikira mengada-ada, sebab apa yang dialaminya di luar akal sehat.

“Yang penting saya udah nyuruh dia untuk konsultasi ke orang yang ngerti alam lain. Saya cuma khawatir ia akan mengalami kejadian serupa di kemudian hari. Tapi karena dia tidak berkenan ya sudah tidak masalah,” aku Yadi.

Dodi sendiri, ungkap Yadi, masih menjalani terapi untuk dahi dan kelopak mata kirinya. “Sekarang dahinya sudah mulai bener, meskipun belum pulih seperti sediakala. Kelopak matanya juga sudah mulai naik, tapi posisinya belum sejajar dengan mata kanannya,” ujar Yadi.

Diakui Yadi, sampai saat ini Dodi masih belum berani keluar rumah terlalu lama karena malu karena dahi dan kelopak mata kirinya belum seperti semula. “Terapinya kasih terus dilakukan sampai sekarang dan dia masih trauma kalau ingat sama kejadian yang dialaminya di Klaten,” kata Yadi.

Yadi menduga, Dodi dan rombongan diganggu makhluk gaib penghuni daerah Demangan yang menginginkan tumbal nyawa manusia. Namun karena adanya faktor X membuat nyawa mereka tidak melayang, tapi sebagai konsekuensinya mereka mengalami patah tulang dan luka aneh yang dialami Dodi.(KBI)