Sebanyak 65 orang Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Provinsi Jawa Barat masa bakti 2017-2022, resmi dilantik ketua umum PBJI Pusat, Senin (13/11/2017) di Gedung Kampus Stikes Bhakti Kencana, Kota Bandung. Mutiara/KC Online

BANDUNG, (KC Online).-

Sebanyak 65 orang Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Provinsi Jawa Barat masa bakti 2017-2022, resmi dilantik ketua umum PBJI Pusat, Senin (13/11/2017) di Gedung Kampus Stikes Bhakti Kencana, Kota Bandung.

Ketua Umum PBJI Pusat, Laksdya TNI, Dr. Desi Albert Mamahit, mengatakan, pelantikan PBJI ini pertama kalinya digelar di seluruh Indonesia, dengan dimulai di Jawa Barat. Ia menilai, Jawa Barat paling siap, selanjutnya akan ada pelantikan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

“Pada tahun 2017 ini, olahraga Jujitsu ini memasuki babak baru. Mulai bulan April 2017 sudah diresmikan menjadi anggota KONI. Dengan kita menjadi anggota KONI, olahraga Jujitsu sudah resmi diakui oleh Pemerintah Indonesia. Ini merupakan perjuangan kita bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya optimistis atlet Jujitsu Indonesia bisa meraih dua medali emas di ASEAN Games 2018 seperti yang telah ditargetkan oleh KONI.

“Pada ASEAN Games 2018, KONI targetkan dua medali emas untuk olahraga Jujitsu. Saya optimis, atlet Jujitsu Indonesia bisa raih dua medali emas karena cabang Jujitsu ini sudah berpartisipasi di kancah internasional. Prestasi Jujitsu Indonesia pun di kancah internasional sudah banyak, pernah dapat medali emas, perak, dan perunggu,” tuturnya.

Mamahit menjelaskan, Olahraga Jujitsu sudah masuk keanggotaan KONI dan diakui oleh pemerintah Indonesia, maka Jujitsu sudah dipercaya untuk mengikuti pertandingan di ASEAN Games tahun 2018.

Saat ini sudah dalam proses seleksi, memang sudah ada yang lolos seleksi, tetapi akan ada seleksi-seleksi sampai tahun 2018.

Dari tiga pertandingan di Thailand, Filipina, dan Turkmenistan, Jujitsu Indonesia sudah pernah mendapat medali emas dan beberapa perak dan perunggu. Jadi, sebetulnya, tinggal mempertahankan medali emasnya.

Ia mengimbau, para atlet Jujitsu Indonesia harus terus berlatih mempelajari teknik-teknik sehingga kita dapat mencapai target yang ditargetkan oleh KONI untuk meraih dua medali emas. Ia berharap ada kerja sama dan partisipasi anggota PBJI untuk mengemban tugas, karena ini tugas negara untuk membawa Merah Putih ke kancah internasional.

“Saya melihat potensi atlet Jujitsu dari Jawa Barat sangat potensial. Ada tiga daerah yang mewakili kekuatan Jujitsu Indonesia yaitu Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Barat. Dan saya yakin kalau mereka bertanding di PON atau ASEANGames nanti akan mendulang banyak medali,” ujarnya.

Ketua PBJI Provinsi Jawa Barat, H Mulyana, mengatakan, atlet Jujitsu di Jawa Barat sudah mencapai 1000 orang, belum pembinaan secara menyeluruh karena dulu belum ada asosiasi atau perkumpulan, masih ada di bawah lima perguruan lembaga ini. Dengan disatukannya ini, visi dan misinya akan tercapai.

“Saya yakin dengan adanya pengurusan yang ada di Jawa Barat akan terbentuk teamwork yang sangat baik. Untuk jangka panjang, kami akan mengadakan kejuaraan-kejuaraan Jujitsu di tingkat Jawa Barat sekitar bulan Januari atau Februari 2018. Kami pun akan menyebarkan Jujitsu ke daerah-daerah. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanahnya. Saya berusaha sebaik-baiknya untuk mengemban tugas pada pengurusan besar Jujitsu Indonesia Provinsi Jawa barat ini,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengucapkan selamat atas dilantiknya PBJI Provinsi Jawa Barat masa bakti 2017-2022.

Ia mengimbau agar menjaga baik-baik kepengurusan asosiasi-asosiasi seperti PBJI tersebut.

“Selamat menjalankan amanah, semoga apa yang kita inginkan dan diraih dapat terwujud. Dan semoga Jujitsu Indonesia bisa meraih banyak prestasi,” ungkapnya.(Mutiara/KC Online)