Wakil Ketua REI Wilayah Cirebon, H Tedy Wijaya/Epih/KC Online.*

LEMAHWUNGKUK, (KC Online).-

Real Estate Indonesia (REI) tengah mengantisipasi kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah terkait dengan pemberian subsidi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tidak lagi sampai dengan 20 tahun. Pada tahun 2018 mendatang pemberian subsidi rumah murah bagi MBR ditetapkan maksimal 10 tahun.

Wakil Ketua REI Wilayah Cirebon, H Tedy Wijaya mengatakan, perubahan kebijakan (pemberian subsidi) pemerintah, diakuinya akan memberikan dampak terhadap kepemilikan rumah subsidi bagi masyarakat MBR.

“Ini akan kita rasakan (penurunan) dua sampai dengan tiga bulan ke depan. Dengan tidak lagi mendapat suntikan bunga subsidi, tentunya akan merubah pola kepemilikan rumah bagi MBR yang semula mendapat subsidi hingga 20 tahun, menjadi sampai 10 tahun,” ujar Tedy Wijaya kepada KC Online, usai seremonial penutupan Property Expo di Grage City Mall, Minggu (12/11/2017) malam kemarin.

Diakuinya, dengan adanya pola dan kebijakan pemerintah tersebut secara tidak langsung akan memberikan imbas terhadap program pembangunan satu juta rumah bagi segmen rumah bagi MBR.

“Kita sangat memahami bila ini merupakan langkah kebijakan yang akan diambil pemerintah pada tahun depan. Namun, kami berharap ini juga tidak akan mengurangi minat dan membebani masyarakat untuk dapat memiliki rumah subsidi,” ungkapnya.

Perubahan harga