PRLM

BANDUNG, (KC Online).-

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah (JBT) I menggelar pelatihan pengelasan bagi warga Desa Sumuradem dan Desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Pelatihan tersebut diberikan untuk memulihkan ekonomi warga terkena dampak (WTP) di sekitar Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 2 x 1.000 Mega Watt (MW).

Deputi Manajer Hukum dan Komunikasi PLN UIP JBT I, Efrizon, mengatakan, program pelatihan tersebut diharapkan bisa memberikan keterampilan bagi WTP, baik yang akan terjun menjadi profesional maupun entrepreneur. Apalagi, dalam waktu dekat proyek PLTU 2 x 1000 MW akan memasuki masa konstuksi.

“Pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan keterampilan WTP untuk mendongkrak daya saing,” tuturnya, di Bandung, Jumat (24/11/2017).

Pelatihan yang diberikan bagi 27 orang WTP PLTU Indramayu tersebut, menurut dia, digelar bekerja sama dengan Indonesian Welding Association (IWA) dan berlangsung selama 10 hari, pada 21 sampai 30 November. Peserta pelatihan adalah WTP dengan rentang usia mulai dari 22 sampai dengan 35 tahun.

Selain pelatihan pengelasan, menurut Efrizon, PLN UIP JBT I juga menggelar pelatihan peternakan di lokasi yang sama. Pelatihan tersebut digelar pada 31 Oktober sampai 1 November dan diikuti 36 orang WTP.

“Setelah pelatihan pengelasan kami juga akan memberikan pelatihan lain bagi WTP di sekitar Proyek PLTU Indramayu, yaitu pelatihan cara cerdas pengelolaan keuangan, seminar peluang UMKM, serta pelatihan peternakan dan pengelasan lanjutan,” ujar Efrizon.

Dengan beragam rangkaian pelatihan tersebut, ia mengaku berharap, perekonomian WTP di sekitar PLTU Indramayu akan meningkat. Bahkan, terbuka peluang bagi sejumlah WTP dengan keterampilan sesuai bisa bergabung dengan proyek konstruksi PLTU Indramayu.

Sejumlah peserta pelatihan, seperti Fahrurozi (warga Patrol Baru) dan Sugianto (Desa Mekarsari), mengaku berharap, pelatihan tersebut bisa menghantarkan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Mereka juga berharap bisa ikut ambil bagian menjadi tenaga kerja pada konstruksi PLTU Indramayu.

Pelaksanaan konstruksi PLTU Indramayu diproyeksikan mulai berlangsung tahun depan dan ditargetkan selesai pada 2021. Pembangunan pembangkit tersebut didanai oleh JICA (Japan International Cooperation Agency).

PLTU Indramayu merupakan pembangkit yang dibangun sendiri oleh PLN, bukan pembangkit swasta. Total dana investasi yang dibutuhkan mencapai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 53,2 triliun (kurs Rp 13.300).(PRLM/KC Online)