kabar-cirebon.com

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta masyarakat sekitar di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, untuk tidak mendekati lokasi TPS tempat pembuangan ribuan limbah medis. Ini disebabkan besarnya risiko infeksius yang dapat mengganggu kesehatan.

Christopher Sirait perwakilan dari Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK mengatakan, bakteri yang terkandung dalam limbah medis bahkan bisa menduplikasi diri dalam masa delapan jam saja.

“Jangankan selama bertahun-tahun ditimbun, limbah B3 itu bahkan harus dimusnahkan sesegera mungkin, sebab ini berkejaran dengan waktu. Dalam masa delapan jam saja, bakteri itu bisa menduplikasi diri, jadi bagaimana kalau yang ditimbun lebih dari delapan jam?” kata Christopher.

Soal penyakit yang bisa ditularkan akibat infeksius limbah medis ini pun tidak main-main. Meski secara aturan kewenangan hal ini harus dilontarkan oleh dokter sebagai ahlinya, namun Christopher menyebut selama kajian yang dilakukan oleh KLHK ada beberapa penyakit serius yang menanti. “Di antaranya kanker kulit, dan bahkan kematian, jadi ini sangat serius,” ujarnya.

Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani menyebutkan, pembuangan limbah medis yang termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3) secara sembarangan, tergolong kejahatan serius dan luar biasa. “Ini kejahatan serius dan kejahatan luar biasa karena mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat,“ katanya.

Pembuangan atau dumping limbah B3 ilegal, khususnya limbah medis, katanya, menjadi prioritas penindakan KLHK.Terkait dengan komitmen itu, pihaknya akan menelusuri asal limbah medis dan akan menindak tegas termasuk mencabut izin apabila dilakukan oleh perusahaan pengelola limbah B3.

Menurut Rasio, KLHK juga akan menggugat secara perdata perusahaan-perusahaan pembuang limbah B3, dengan gugatan strict liability, kalau tidak masyarakat yang akan jadi korban.

“Kita harus melindungi hak asasi dan konstitusi masyarakat, hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang dijamin oleh UUD 1945,” katanya.

Senada, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang mendatangi lokasi TPS pada Sabtu (9/12/2017) siang, meminta aparat hukum untuk segera bertindak atas pembuangan limbah ini.

“Sebaiknya aparat hukum turun menyikapi ini, pembuangan limbah medis ini jelas tidak bisa dibenarkan,” katanya.

Deddy mengaku kaget atas temuan di depan matanya ini, di mana limbah medis berserakan begitu saja di pinggir jalan. “Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, kasihan masyarakat sekitar,” katanya.

Deddy datang ke lokasi TPS hanya sekitar 15 menit dan di bawah guyuran hujan sebelum melanjutkan perjalanannya ke Lembang, Bandung. Sebelum datang ke lokasi, Deddy melakukan kunjungan ke SMKN 1 Mundu.(Fanny/KC Online)