Gedung Bank Indonesia Cirebon/Dok KC Online.*

BANDUNG, (KC Online).-

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon mencatat adanya arus dana yang masuk dari perbankan (Inflow) hingga akhir bulan November 2017 kemarin lebih tinggi dibanding dengan arus dana yang keluar (Outflow).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengungkapkan, selama November 2017 dana yang masuk dari perbankan mencapai sekitar Rp 1,1 triliun, sedangkan dana yang keluar sebesar Rp 400 miliar.

“Ini sebenarnya kurang bagus untuk pertumbuhan perekonomian daerah. Semestinya dari setengahnya dana (Rp 1,1 triliun) dari perbankan tersebut keluar. Sehingga, ini pun bisa menjadikan parameter pertumbuhan perekonomian masyarakat yang lebih baik. Dengan banyaknya dana yang keluar, masyarakat maupun kaum industri kecil akan mendapat bantuan kredit untuk usaha,” ungkap M. Abdul Majid Ikram dalam kegiatan Workshop Wartawan Ekonomi Wilayah Kerja Cirebon, di Trizara Resort Lembang Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Dijadikan parameter

Kendati demikian, lanjutnya, dengan besarnya dana yang masuk dari perbankan ini juga bisa dijadikan parameter tingginya masyarakat menyimpan dananya di perbankan. Masyarakat sekarang kecenderungan banyak yang menyimpan dana dibanding harus menariknya dari perbankan.

“Ini juga dapat dijadikan pamramter bagi masyarakat yang banyak menyimpan dananya di perbankan. Karena jumlah dana yang masuk dari perbankan ke Bank Indonseia tersebut telah menunjukan kelebihan dana dari masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan terkait peredaran uang palsu di Wilayah Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengungkapkan, hingga posisi Oktober 2017 jumlah penemuan uang palsu mencapai 4.000 lembar atau mengalami penurunan dari penemuan posisi yang sama tahun 2016 lalu sebanyak 7.000 lembar uang palsu.

“Ini juga tidak lepas dari upaya Bank Indonesia dalam turut menyosialisasikan dan mendorong kalangan masyarakat untuk lebih mengenali uang palsu. Sehingga, dari jumlah temuan uang palsu pada tahun ini mengalami penurunan,” tuturnya.(Epih)