Ilustrasi/youtube.com

KESAMBI, (KC Online).-

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon terus melakukan upaya pemberian imunisasi difteri kepada masyarakat untuk mencegah berjangkitnya penyakit yang bisa berakibat fatal pada keselamatan jiwa.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kota Cirebon, Trimulyaningsih, Senin (11/12/2017), mengungkapkan, Dinkes Kota Cirebon menargetkan 77,5 persen dari 3.854 warga yang harus dilakukan imunisasi difteri. Namun sampai dengan Oktober lalu, baru 71,3 persen yang melakukan imunisasi difteri.

“Kita targetkan sampai akhir tahun ini mencapai 77,3 persen yang diimunisasi difteri. Pada tahun ini memang ada satu kasus dan yang terdampak meninggal dunia,” katanya.

Menurutnya, rata- rata yang terdampak difteri tidak dilakukan imunisasi secara kontinyu. Karena itu dengan terjadinya kasus, Dinkes Kota Cirebon terus mengimbau masyarakat untuk melakukan imunisasi difteri, dengan mendatangi Puskesmas atau Posyandu untuk mendapatkan imunisasi.

“Yang terdampak itu biasanya status imunisasinya kosong. Ini program pemerintah yang harus dilaksanakan,” katanya.

Trimulyaningsih menyebutkan, difteri merupakan infeksi bakteri yang bersumber dari “corynebacterium diphtheria”, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Sehingga difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak dan lemas.Kemudian dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat fatal dan berujung pada kematian.

Sementara itu, Dinkes mencatat pada 2017 ini, ada satu kasus difteri yang berujung pada kematian menimpa warga Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan pada Mei lalu. Sebelumnya di 2016, tercatat 15 orang yang terdampak difteri dan pada 2014 terdapat satu kasus dan berujung pada kematian.

Sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang telah menetapkan kasus difteri sebagai kejadian luar biasa (KLB), mengintruksikan Dinkes di setiap daerah untuk melakukan pencegahan melalui imunisasi difteri. (Iskandar/Job)