Bekraf Festival/WINDY EKA PRAMUDYA/PR KEPALA Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf (tengah), pada Konferensi Pers Bekraf Festival 2017 di Dago Heritage 1917 Golf, Jalan Raya Golf Dago, Bandung, Selasa 5 Desember 2017. Ia menjelaskan tentang rencana acara Bekraf Festival yang akan digelar 7-10 Desember 2017.*

BANDUNG, (KC Online).-

Tingginya pertumbuhan ekonomi kreatif akan mendorong Indonesia untuk masuk jajaran empat besar ekonomi dunia pada 2050. Ke depan, pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia akan terakselerasi dengan sangat pesat.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, pada Konferensi Pers Bekraf Festival 2017 di Dago Heritage 1917 Golf, Jalan Raya Golf Dago, Bandung, Selasa 5 Desember 2017.

Bekraf Festival akan digelar pada 7–10 Desember 2017 di Bandung Creative Hub dan Gudang Penyimpanan PT KAI Cikudapateuh, Bandung.

“Sekarang basis ekonomi kreatif memang masih kecil. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru 7,38%. Akan tetapi, ke depan kontribusinya bisa mencapai 10%,” tuturnya.

Ke depan, menurut dia, perekonomian Indonesia akan bergeser ke sektor industri berbasis teknologi informasi (TI), yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif. Itulah mengapa ekonomi kreatif disebut-sebut akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Ekonomi kreatif ini tahan banting. Ingat ketika krisis ekonomi 1998? Saat itu yang bertahan adalah ekonomi kreatif. Di pinggiran jalan Jakarta bermunculan warung tenda yang digagas para artis. Ini adalah ekonomi kreatif,” ujarnya.

Kondisi serupa, menurut dia, akan terjadi ke depan. Di saat bahan tambang kian menipis, ekonomi kreatif akan muncul menjadi basis kekuatan ekonomi nasional dan menunjang industri pariwisata Indonesia. PRLM/KC Online