kabar-cirebon.com

INDRAMAYU,(KC Online).-

Memasuki penghujung tahun, harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu merangkak naik. Pasokan gabah hasil musim panen gadu (kemarau) di tingkat petani juga makin menipis.

Berdasarkan pantauan di Pasar Baru Indramayu, Senin (4/12), harga beras kualitas premium rata-rata mencapai Rp 10 ribu per kg untuk pembelian karungan (kapasitas 25 kg). Sedangkan untuk pembelian eceran, harganya Rp 11 ribu – Rp 12 ribu per kg.

Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan sebulan yang lalu. Saat itu, harga beras kualitas premium sekitar Rp 9.200 per kg untuk pembelian karungan. Sedangkan untuk pembelian eceran, harganya Rp 10 ribu – Rp 10.500 per kg.

Selain beras premium, kenaikan harga juga terjadi pada beras kualitas medium. Saat ini, harganya mencapai Rp 9.400 per kg dari semula yang hanya Rp 8.500 per untuk pembelian karungan.

“Naiknya harga beras sedikit-sedikit, bertahap sejak sebulan yang lalu,” kata Erawati salah seorang pemilik kios beras di pasar tersebut.

Dijelaskan Erawati, kenaikan harga beras itu terjadi akibat berakhirnya masa panen raya gadu di berbagai daerah. Sedangkan masa panen untuk musim tanam rendeng 2017/2018, baru akan terjadi pada tahun depan.

Hal itu dibenarkan Kastara salah seorang pemasok beras. Dia mengatakan, berakhirnya masa panen raya gadu menyebabkan stok gabah gadu di tingkat petani jadi menipis hingga menyebabkan harganya mengalami kenaikan.

“Karena harga gabahnya naik, harga beras juga ikut naik,” kata Kastara, saat ditemui sedang memasok beras ke sejumlah kios beras di Pasar baru Indramayu.

Kastara mengaku kesulitan mencari gabah hasil panen gadu. Padahal, beras dari gabah hasil panen gadu itulah yang paling banyak dicari konsumen karena rasanya yang lebih enak setelah ditanak dibandingkan beras hasil panen rendeng. (Odok/KC Online)