Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemitraan Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata, Rabu (6/12/2017), yang digelar Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) bekerjasama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan di salah satu hotel di Panawuan, Kecamatan Cigandamekar. Erix/KC Online

CIGANDAMEKAR, (KC Online).-

Pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata menjadi bagian integral pembangunan sumber daya manusia. Dengan memberi kesempatan memperoleh dan menyebarkan informasi kebudayaan dan kepariwisataan akan meningkatkan nilai budaya bangsa.

Hal tersebut terungkap dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemitraan Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata, Rabu (6/12/2017), yang digelar Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) bekerjasama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan di salah satu hotel di Panawuan, Kecamatan Cigandamekar.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri yaitu Kepala Bidang Pengembangan Potensi Masyarakat Kemenpar RI, Ambarukmi, Kepala Disporapar Jaka Khaerul, Kabid Kelembagaan Pemuda Disporapar Kuningan H Tono Sumartono, dan Tito Loho sebagai motivator dari Kemenpar RI. Selain itu dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kuningan, serta perwakilan Bank BRI.

Sedangkan peserta bimtek adalah para pelaku usaha masyarakat dan pengusaha objek wisata di Kabupaten Kuningan.

Kemenpar RI melihat desa-desa di Kabupaten Kuningan memiliki segala potensi yang bisa diangkat komoditasnya sehingga menjadikan desa wisata yang baik. Dalam kesempatan itu, Kemenpar RI memberikan langkah-langkah strategis agar menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat dan penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dikemukakan Kepala Bidang Pengembangan Potensi Masyarakat Kemenpar RI, Ambarukmi, Bimtek Kemitraan Usaha Masyarakat Destinaasi Wisata meningkatkan kapasitas usaha, khususnya industri kreatif rumahan.

Motivator yang sengaja dihadirkan diharapkan memberikan stimulus atau rangsangan agar para pengusaha bisa kuat mental menjalankan usahanya, dan memberikan saluran untuk bisa bekerjasama dengan pengusaha yang lain. Sedangkan pihak perbankan dapat membantu pengusaha dari sisi permodalan.

“Dari data yang disodorkan Disporapar daerah, kita akan mengidentifikasi potensi desa yang bisa menjadi komoditas, dan bisa bermacam-macam dari segala aspek. Bisa keindahan alam, hasil bumi, kekayaan flora fauna/hayati, sosio kultur masyarakat, tradisi atau hal-hal yang bersifat khas/unik seperti peninggalan sejarah, kita akan membentuk rintisanny,” kata Ambarukmi.

Menurutnya, dengan adanya Dana Desa (DD), Kemenpar bersinergi juga dengan Kementerian Desa (Kemendes RI) agar dana tersebut bisa digunakan untuk pembangunan potensi wisata desa yang sangat prospek dalam meningkatkan perekonomian, misalnya membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) kepariwisataan.

Kabid Kelembagaan Pemuda Disporapar Kuningan, H Tono Sumartono, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menggali potensi pariwisata.

“Jadi kita sudah komitmen bersama Pak Bupati, dengan adanya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA), ke depan yang akan didorong dalam pembangunan daerah adalah sektor pariwisata dan pertanian, karena mempunyai potensi yang bernilai luar biasa. Sebab dalam beberapa tahun ini dari segi kunjungan wisatawan yang merekreasi ke objek wisata di Kuningan terus meningkat,” paparnya.

Kemudian, lanjut Tono, bidang-bidang usaha pendukungnya sudah mulai bermuculan seperti, hotel, restoran, biro perjalanan, bisnis suvenir, oleh-oleh. Jika semua itu bisa dikembangkan akan semakin membuka lebar pasar untuk pengusaha kreatif.(Erix/KC Online)