kabar-cirebon.com

KESAMBI, (KC Online).-

Komersialisasi pendidikan hingga kini masih terjadi baik di sekolah menengah maupun bangku kuliah. Tidak heran jika masih ada masyarakat usia sekolah yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Pemerintah perlu bertindak dengan menghapus komersialisasi di dunia pendidikan tersebut.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Komersialisasi Pendidikan yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM Setara) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) di halaman sekretariat sementara LPM Setara, Senin (4/12/2017). Diskusi yang diikuti mahasiswa Unswagati ini menghadirkan narasumber tunggal yaitu Pimpinan Perusahaan LPM Setara Unswagati, Hasbi.

Menurut Hasbi, sekarang kenyataan di sekolah maupun di kampus-kampus pembiayaan setiap tahunnya terus naik, namun tak mengubah sistem dan sarana memadai di sekolah maupun di kampus. Contohnya di lingkungan Unswagati pembiayaan bagi mahasiswa baru di tahun 2014 masih di angka Rp 5 jutaan, sekarang di tahun 2017 biaya mahasiswa baru sudah mencapai angka Rp 8-9 jutaan.

“Kondisi ini tentu menunjukkan kenaikan pembiayaan sangat besar tetapi dari sarana, sejak dulu tidak dibarengi dengan perubahan signifikan, bahkan untuk melakukan diskusi kemahasiswaan saja kita belum mempunyai tempat nyaman. Ini bisa dibilang ‘kriminalisasi’ pendidikan, dimana pembiayaan terus naik akan tetapi sarana masih saja seperti itu, tidak ada perubahan,” ungkap Hasbi.

Tak menjamin