kabar-cirebon.com

KESAMBI, (KC Online).-

Mahasiwa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melakukan aksi solidaritas nyata untuk warga Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Hal itu dilakukan dengan penggalangan dana di gerbang masuk kampus IAIN setempat, Senin (4/12/2017).

Koordinator aksi solidaritas untuk warga Kulon Progo, Ahmad Syifa, mengatakan, aksi solidaritas ini sebagai bentuk dukungan terhadap warga Kulon Progo. Dimana petugas gabungan di Kulon Progo akan merobohkan dan meratakan paksa rumah-rumah warga yang terdampak proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Ini adalah bentuk dukungan moril untuk saudara- saudara kita yang ada di sana. Kita galang dana dan nanti akan kita salurkan melalui teman- teman kita yang ada di sana,” kata Syifa.

Syifa menambahkan, proses pembongkaran paksa rumah warga sudah berlangsung hampir satu minggu ini. Bahkan, menurutnya, aliran listrik rumah warga yang terdampak sudah diputus.

“Ini sudah berlangsung lama, bahkan aliran listrik sudah diputus. Kita akan koordinasi dengan teman-teman di sana untuk penyaluran dana ini. Begitu juga nanti dengan perkembangan di sana,” ungkapnya.

Selain menggalang dana, mahasiswa juga membacakan tulisan yang diterima dari warga Kulon Progo. Menurut Syifa, saat ini warga Kulon Progo bak disambar petir di siang bolong. Belum lama warga diterjang badai cempaka, kini rumah warga diterjang alat berat yang meratakan rumah warga.

“Sauadara- saudara kita di sana menjerit. Kita melihat bagaimana negara mengorbankan ruang hidup rakyatnya sendiri atas nama pembangunan dan kemajuan. Mereka sudah dirampas haknya oleh negara,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, perobohan rumah warga telah berlangsung sejak pekan lalu.

Senin kemarin, petugas gabungan di Kulon Progo melanjutkan perobohan paksa rumah-rumah warga terdampak proyek pembangunan NYIA. Ratusan petugas gabungan diturunkan karena warga menolak menyerahkan asetnya. Dari total 42 rumah, saat ini tinggal 28 rumah yang akan dirobohkan yaitu di dua desa, Desa Glagah dan Palihan.(Iskandar/Job)