ilustrasi

KEJAKSAN, (KC Online).-

Para calon tenaga kerja Indonesia yang berencana bekerja di luar negeri tidak perlu khawatir lamanya proses pengurusan persyaratan administrasi. Sebab, Pemerintah Kabupaten Cirebon kini telah meresmikan Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSA P2TKI), pada Rabu (6/12/2017).

Bertempat di belakang Asrama Polri Krucuk, kantor pelayanan terpadu ini ditempati oleh beberapa instansi terkait persyaratan administrasi TKI. Mulai dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi hingga Kepolisian membuka pelayanan di kantor tersebut.

Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Teguh Hendro Cahyono yang hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan, wilayah Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah penyumbang TKI terbanyak di Indonesia. Sehingga, menurutnya, diperlukan upaya untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi para penyumbang devisa tersebut.

“Kantor pelayanan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada TKI. Disamping bantuan lainnya, kantor pelayanan terpadu ini juga dapat dimanfaatkan oleh para TKI agar tidak susah lagi saat mengurusi persyaratan administrasi,” katanya.

Bukan hanya itu saja, Teguh juga melihat lokasi yang cukup strategis dipilih oleh Pemkab Cirebon dalam membuat kantor pelayanan terpadu ini. Diharapkan, adanya kantor ini bisa membawa dampak positif bagi kemudahan dan kelancaran para TKI yang hendak berangkat ke luar negeri.

“Kabupaten Cirebon itu cenderung sangat sedikit TKI yang terkena masalah sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa TKI yang berasal dari Cirebon memang baik,” ujarnya.

Senada, Bupati H Sunjaya Purwadisastra mengatakan, diresmikannya kantor pelayanan terpadu ini untuk memutus mata rantai sulitnya pengurusan persyaratan TKI.

“TKI jangan khawatir dilempar-lempar lagi karena di sini semuanya ada, sehingga mereka tidak perlu pergi dari satu kantor ke kantor lainnya. Kita juga menyediakan balai pelatihan agar sebelum diberangkatkan TKI diberi pemahaman dan pelatihan sehingga dapat lebih berguna di sana. Kita terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para TKI,” kata Sunjaya.(Fanny)