PT Pelindo II Cirebon/KC Online.*

LEMAHWUNGKUK, (KC Online).-

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Cirebon telah menerima salinan Rencanya Induk Pelabuan (RIP) dari Kementrian Perhubungan. Sejalan dengan itu, Pelindo pun langsung kebut kejar target dan bergegas dalam realisasi pengerjaan yang akan dimulai pada awal tahun 2018 mendatang.

Saat ini persiapan berkas guna menyelesaikan bentuk perizinan dalam pengerjaannya yang akan ditempuh telah dilakukan.

Deputi Hukum dan Pengendalian Internal pada Pelindo Cabang cirebon, Iman Wahyu menjelaskan, pembuatan izin mulai dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) harus memiliki dan adanya syarat RIP. Sehingga, ajuan dari direksi guna melanjutkan pengerjaan secepatnya akan segera ditempuh.

“Jika lebih cepat itu lebih bagus. Persiapan pembuatan izin dan lainnya akan dimulai Januari mendatang yang diperkirakan mulainya pembangunan pertengahan tahun,” ungkap Imam, pada kegiatan dialog interaktif dengan sejumlah pengusaha dan media di aula Muarajati Pelindo, Rabu (6/12/2017).

Dikatakan Iman, rencana dalam pengembangan Pelabuhan memang tahun ini. Namun, karena sempat terkendala RIP sehingga harus dapat terlaksana pada 2018 mendatang. Karena, ketika RIP sudah selesai maka dipastikan perizinan yang lainnya pun akan segera menyusul. “Semuanya sedang berjalan. Tinggal eksekusi saja,” kata Iman.

Diungkapkannya, untuk target penyelesaian pengembangan Pelabuhan yakni pada 2020 dan dalam prosesnya yang akan dilakukan secara bersamaan. Sehingga, tidak ada fase dari seluas 50 hektare yang akan dikerjakan dalam waktu pengerjaannya.

Ia menjelaskan, ke depan yang dibangun pertama adalah dermaga yang dimulai dengan pengerukan dan pemasangan tiang pancang. Hal itu dilakukan dalam mencari kedalaman 9 meter.

“Kurang lebih ada tiga dermaga dengan kedalaman kolam 9 meter. Nantinya itu untuk kapal besar dengan beban diatas 20 ribu ton,” paparnya.

Iman menuturkan, saat ini Pelabuhan Cirebon baru bisa masuk kapal dengan kapasitas 140-200 peti kemas. Sehingga, jika nanti sudah dikembangkan maka akan bisa memuat kapal peti kemas dengan beban 5 ribu ton. Jadi, kata dia, nantinya Cirebon-Singapura dapat dilakukan melalui jalur laut Pelabuhan Cirebon.

“Pelabuhan Cirebon ini nantinya bisa jadi pelabuhan terbesar di Jawa Barat. Selain keuntungan Pelabuhan yang posisinya tidak terkena rob, maka akan diminati oleh pengusaha yang melakukan jasa di pelabuhan,” katanya.

Selain itu, pengembangan Pelabuhan juga langsung mendapatkan mandat dan instruksikan langsung oleh Menteri Perhubungan. Sehingga, dengan diterimanya RIP maka Pelindo diminta untuk segera menindaklanjuti dengan pembuatan izin lainnya.

Selain Amdal, kata Iman, sejumlah perizinan juga harus dipenuhi dalam upaya pengembangan pelabuhan yakni studi kelayakan yang sudah disusun tahun 2014 lalu juga harus direvisi. Karena dipastikan semua komponen harga berubah.

Bentuk tim