Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Akademi Farmasi (Akfar) Muhammadiyah Kuningan periode 2017-2018, dilantik Direktur Wawang Anwarudin, di ruang pertemuan kampus setempat, Sabtu (1/12/2017). Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Akademi Farmasi (Akfar) Muhammadiyah Kuningan periode 2017-2018, dilantik Direktur Wawang Anwarudin, di ruang pertemuan kampus setempat, Sabtu (1/12/2017).

Prosesi pelantikan diawali dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan pembacaan ikrar 18 pengurus BEM dan 40 mahasiswa pengurus IMM, secara serentak yang dipimpin langsung oleh Direktur Akfar Muhammadiyah, Wawang Anwarudin. Kemudian secara simbolis Ketua BEM terpilih, Khaerunisa dan Nabila Azzahra sebagai ketua IMM menandatangani berkas janji pengurus.

Menurut Wawang Anwarudin, di tengah godaan hegemoni budaya asing yang kian meruntuhkan dekadensi moral generasi muda, pengurus BEM dan IMM terpilih harus menjadi nafas bagi kehidupan mahasiswa, dan memiliki ketahanan diri serta sosial yang kuat. Sehingga bisa menjadi benteng utama terhadap berbagai pengaruh yang tidak bermanfaat bagi kehidupan remaja dan mahasiswa.

Ditambah lagi mahasiswa sebagai kaum intelektual organik dan agen perubahan, harus mempunyai peran strategis dalam lingkungan sosial. Sehingga peran aktifnya diharapkan bisa menjadi kontrol terhadap kebijakan-kebijakan yang kurang pro terhadap masyarakat.

“Saya ucapkan selamat untuk para mahasiswa terpilih dalam kepengurusan BEM dan IMM. Semuanya adalah pemimpin di kalangan mahasiswa di kampus ini, serta Insya Allah bisa menjadi pemimpin di masyarakat di masa yang akan datang,” ucapnya.

Sementara dikatakan Khaerunisa, BEM sebagai wadah kreativiatas mahasiswa untuk menciptakan program-program unggulan, senantiasa mendorong pengembangan minat dan bakat, serta menjadi simpul kegiatan ilmiah yang sinergis dan kompeten.

Kemudian Nabila Azzahra menyebutkan, secara persuasif ,IMM akan memperkuat akhlak mahasiswa, agar menjadikan ciri khas generasi muda Muhammadiyah lebih terbentuk karakternya, dengan syiar Islam yang modern. Sehingga lebih bisa memegang teguh agama dan memperbanyak amal ibadahnya.

“Kami akan menyampaikan melalui bahasa yang kekinian, agar mudah dimengerti oleh generasi muda saat ini, dengan tetap sesuai kepada ajaran Islam yang benar,” katanya.(Erix/KC Online)