kabar-cirebon.com

KEJAKSAN, (KC Online).-

Pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar Pasar Kramat, Kota Cirebon, memprotes kebijakan Pemerintah Kota Cirebon untuk membangun shelter bagi para PKL. Mereka (PKL) meminta shelter berukuran 3×3 meter, sementara Pemerintah Kota Cirebon sendiri akan membangun shelter berukuran 2×2 meter yang akan dibangun di samping kantor bjb.

Menurut PKL, shelter dengan ukuran 2×2 meter ini dinilai tidak cukup. “Para pedagang meminta shelter dibangun dengan ukuran 3×3 meter sedangkan Pemkot bersedia dengan ukuran 2×2 meter saja. Kalau ukurannya 2×2 meter dirasa pedagang tidak akan cukup,” ujar Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Cirebon, Rasyid, Rabu (6/12/2017).

LPBH NU Kota Cirebon sendiri mendampingi para PKL dalam persoalan pembangunan shelter ini. Selain memprotes ukuran shelter, PKL juga menuntut agar Pemkot Cirebon memberikan dana kompensasi.

Sebab, sebelum shelter dibangun, lapak PKL yang berada di sekitar Pasar Kramat ini telah dibongkar. Dengan dibongkarnya lapak ini maka para PKL tidak berjualan sehingga pendapatan berkurang.

“Sudah dua minggu tidak berjualan meskipun memang sudah ada tenda sementara dengan ukuran 2×2 meter. Tapi untuk pedagang yang pakai gerobak itu tidak bisa berjualan,” katanya.

Diketahui, para PKL ini disediakan tempat berjualan sementara berupa tenda dengan ukuran 2×2 meter, tepat berada disebrang lapak yang dibongkar. Di tenda yang berjumlah tidak lebih dari 10 tenda ini, hanya ada satu pedagang yang menempati. Pantauan di lokasi, beberapa lapak memang sudah rata dengan tanah.

Di lokasi bangunan yang dibongkar, terdapat beberapa orang yang sedang mengerjakan penutupan saluran air pada bagian atasnya sehingga akan menyerupai kawasan kuliner sekitar At-taqwa. “Saya lihat belum ada pembangunan Shelter untuk para pedagang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, H Asep Dedi mengatakan, Pemerintah Kota Cirebon sudah memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para PKL ini. Menurutnya, Pemerintah Kota Cirebon sudah memberikan fasilitas tenda sementara agar para PKL bisa tetap berjualan.

Asep menjelaskan pembangunan shelter sedang dalam proses pengerjaan. Pemerintah Kota Cirebon sendiri akan menyediakan 36 Shelter untuk para PKL dengan ukuran 2×2 meter.

Asep Dedi meminta agar para PKL bisa menghargai sesama pedagang agar bisa merasakan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Kota Cirebon. “Kalau hanya untuk beberapa pedagang saja ukuran 5×5 meter juga tidak masalah. Akan tetapi kan harus menghargai juga pedagang lainnya,” ungkapnya.(Iskandar/Job)