PRLM

BANDUNG, (KC Online).-

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) digugat praperadilan oleh tersangka WH selaku pemohon dalam perkara jual beli produk perbankan berupa Bilyet Giro.

Kuasa Hukum pihak pemohon, Ramsen Marpaung mengatakan, alasan melakukan pra peradilan karena menurutnya perkara tersebut terlalu dipaksakan ke ranah pidana. Padahal sebetulnya perkara perdata menyangkut jual beli giro.

Dalam sidang yang digelar di Ruang 6 Pengadilan Negeri Bandung itu, pihak termohon tak menghadiri persidangan. Dengan demikian sidang yang dipimpin Hakim I Dewa Gede Suarditha ditunda hingga pekan depan. Pihak PN Bandung akan melayangkan kembali surat pemanggilan sidang kepada pihak Polda Jabar.

“Pendapat hukum kami, ini ranah perdata dipaksakan kepada pidana, karena menyangkut jual beli giro. Sehingga kami melakukan sidang pra peradilan,” kata Ramsen usai persidangan, Selasa (5/12/2017).

Ia menjelaskan, perkara tersebut, berawal ketika pihak pemohon yang kini berstatus tersangka WH, melakukan transaksi jual beli giro dengan Toni Gunawan sejak September 2015 sampai Februari 2017 yang nilai transaksinya Rp 250 miliar.

“WH sudah mengembalikan Rp 213 miliar plus denda dan bunga. Sedangkan sisanya tersangka WH mengalami keterlambatan pembayaran Bilyet Giro. Namun pihak palapor tidak memberikan toleransi atas kesulitan tersangka. Kemudian Tonny melaporkan WH,” ujarnya.

Dikatakan Ramsen, dalam proses penetapan tersangka oleh penyidik Polda Jabar terhadap WH ada beberapa kekeliruan. Pertama sebelum ditetapkan tersangka, seyogyanya harus memeriksa Bank Indonesia dan OJK terkait apakah boleh transaksi jual beli giro.

“Yang lebih mengherankan lagi ternyata setelah gelar perkara dengan surat No: B/3750/II/2017/Ditreskrimsus Polda Jabar tanggal 15 November 2017 hasil gelar perkara mengharuskan Polda Jabar memanggil, ternyata penyidik mengabaikan rekomendasi gelar perkara yakni untuk memeriksa ahli perbankan OJK dan BI,” tuturnya.

Oleh karena itulah kuasa hukum melakukan upaya praperadilan atas penetapan tersangka WH oleh penyidik. WH pun kini tengah ditahan sementara di rumah tahanan Ditreskrimsus Polda Jabar.

“Pokok permohonan praperadilan kami ialah penetapan tersangka yang tidak sah, upaya paksa penangkapan dan penahan tidak sah, dan meminta mengeluarkan tersangka dikeluarkan dari rumah tahanan negara” ucapnya. (PR/KC Online)