Seorang wanita, Al (21 tahun), warga Desa Tunggul Payung, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu diciduk anggota Satreskrim Polres Indramayu, Rabu (6/12/2017). Udi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Seorang wanita, Al (21 tahun), warga Desa Tunggul Payung, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu diciduk anggota Satreskrim Polres Indramayu, Rabu (6/12/2017).

Pasalnya, Al yang tengah hamil tujuh bulan ini sengaja mencuri sepada motor. Sebelum beraksi, Al mengajak korbannya untuk bersetubuh di sebuah warung remang-remang. Untuk memperpetanggungjawabkan perbuatannya, kini Al menjalani pemeriksaan petugas di mapolres setempat.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Arif Fajarudin melalui Wakapolres Komisaris Ricardo Condrat Yusuf didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Dadang Sudiantoro membenarkan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut.

Menurut dia, modus yang dilakukan pelaku berawal saat ia berada di Jakarta. Tersangka Al ingin pulang ke kampung halamannya di Indramayu. Ia pun memesan ojek online sepeda motor melalui media sosial facebook (FB).

Pesan dari Al pun direspon ojeg online, Ajid (40 tahun), penduduk Kelurahan Karang anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ia menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) B 3730 UNM mendatangi tempat Al di Jakarta.
Setelah bertemu, Ajid setuju mengantarkan Al sampai rumahnya.

Namun ditengah perjalanan, Al meminta berhenti di sebuah warung remang-remang. Bahkan, dia menyuruh Ajid untuk memesan satu kamar. Di kamar itu pun, Al mengajaknya untuk berhubungan badan hingga Ajid lelah dan tertidur. Kesempatan ini digunakan Al untuk mengambil kunci sepeda motor lalu pergi meninggalkan Ajid.

“Korban yang merasa motornya diambil oleh Al, selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas Reskrim Polsek Cikedung. Dari laporan ini, Al akhirnya dapat diamankan dari rumahnya, ” kata Ricardo.

Dalam pemeriksaan petugas, Al mengakui jika dirinya tengah hamil tujuh bulan dengan suaminya. Dia beralasan, tindakannya mencuri motor Ajid akibat kesal, karena sudah berhubungan badan tapi tak mau bertanggungjawab. Sehingga, dia nekat mengambil motor tersebut saat korban sedang tertidur.

“Barang bukti yang kita amankan satu motor milik korban bersama kunci kontaknya dan STNKnya. Akibat perbuatannya yang melanggar pasal 363 KUHP, maka pelaku terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun,” tegasnya. (Udi/KC Online)