SATUAN Reserse dan Kriminal Polrestabes Bandung mengamankan Aun Saripudin (67) kakek yang memiliki 9 cucu, lantaran melakukan pencabulan terhadap belasan anak perempuan di bawah umur. Tersangka memaksa dan mengiming-imingi para korban dengan sejumlah uang. Akibat perbuatannya kini tersangka mendekam di rumah tahanan Satreskrim Mapolrestabes Bandung.

BANDUNG, (KC Online).-

AUN Srpdn alias Abah Aun (67), kakek 9 cucu terpaksa mendekam di rumah tahanan Satreskrim Polrestabes, lantaran diduga telah mencabuli belasan anak perempuan di bawah umur. Polisi menangkap tersangka di rumahnya di Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa kaler, Kota Bandung, setelah pihak keluarga korban melaporkannya ke Mapolrestabes Bandung.

“Kita menangkap tersangka, setelah menerima laporan dari orang tua korban. Kasus ini sangat memperhatinkan. Bagi orang tua alangkah baiknya dapat mewaspadai serta menjaga anak putra putri dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” jelas Kapolrestabes bandung Kombes Pol Hendro Pandowo didampingi Kasat Reskrim AKBP M Yoris Maulana kepda wartawan, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (12/1/2018).

Dipaparkan Hendro, dari pemeriksaan, tersangka mengaku telah melakukan perbuatannya itu tersebut sejak Januari tahun lalu. Bahkan dalam pengakuannya saat menjalankan aksinya, tersangka kerap memaksa ataupun mengiming imingi sejumlah uang kepada setiap korbannya.

“Selama setahun dia memberi pelajaran pada murid-muridnya, tersangka melakukan perbuatan cabul tersebut dengan memberi iming-iming uang pada korban. Dan saat beraksi, tersangka melakukan aksinya dengan memegang, mengusap, serta berbuat tidak pantas pada anak di bawah umur tersebut,” jelasnya.

Masih dikatakannya, korban pencabulan yang diduga dilakukan tersangka sebanyak 11 orang. Bahkan direkam oleh tersangka.

“Dengan begitu orang tua korban yang mengetahui kejadian itu langsung melapor dan kami pun melakukan penyelidikan serta menangkap tersangka di rumahnya,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Hendro, penyidik satreskrim Polrestabes Bandung medalami kasus ini karena tidak menutup kemungkinan korban masih bertambah.

“Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 82 dan 75 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tegas Hendro. (GM/KC Online)