Ilustrasi/tribunnews.com

GEBANG, (KC Online).-

Tiga orang pemuda warga Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon babak belur setelah menjadi bulan-bulanan warga Desa Kalimaro, Kecamatan Gebang karena disangka gerombolan bermotor yang membuat resah warga desa setempat, Jumat (5/1/2018) dini hari.

Beruntung bagi ketiga pemuda tersebut bisa diselamatkan pihak kepolisian Sektor Gebang dari aksi amuk warga tersebut.

Data yang dihimpun KC Online menyebutkan, tiga orang pemuda yang diduga anggota berandalan motor tersebut adalah MIM (19 tahun), BR (21 tahun) dan MFH (23 tahun) yang ketiganya warga Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Ketiganya diamankan warga saat melintas di Desa Kalimaro dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vino nomor polisi B 6648 PTX yang dikemudikan MFH karena warga desa menganggap ketiganya adalah gerombolan bermotor yang akhir-akhir ini sering membuat onar.

Karena terpancing emosi, puluhan warga beramai-ramai menghakimi ketiganya saat dibawa ke kantor desa. “Yang mukulin banyak, bilangnya geng motor,” ungkap salah seorang warga.

Selain diduga sebagai geng motor, ketiganya juga dituduh warga sebagai pelaku pengeroyokan warga desanya belum lama ini. “Katanya ketiganya juga yang mengeroyok warga di sini minggu kemarin,” tambahnya.

Berutung ketiganya bisa diselamatkan pihak kepolisian Sektor Gebang dari amuk massa yamg lebih parah. “Kami mendapat laporan langsung melakukan evakuasi dan membawa ketiganya ke puskesmas untuk dilakukan perawatan medis akibat luka yang dideritanya,” ungkap Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Risto Samodra saat dikonfirmasi KC Online.

Lebih lanjut Risto mengatakan, ketiga pemuda tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Gebang guna menyelidiki keterlibatan ketiga pemuda terhadp kasus pengeroyokan warga desa tersebut. “Ketiganya masih kita periksa untuk mengungkap kasus ini,” katanya.

Disampaikan Risto, masyarakat hendaknya jangan terlalu mempercayai berita-berita hoax yang beredar di media sosial perihal kasus tersebut, karena kebenarannya hanya membuat resah masyarakat. “Di medsos sudah viral soal kasus ini, tapi faktanya tidak benar dan foto-fotonya bohong semua,” terang Kapolres.(Faizal/Supra)