ilustrasi

BAGI sebagian besar masyarakat kita pasti sudah mengenal kata tuyul, dan bila disebut kata tuyul maka imajinasi kita tentu akan membayangkan sosok makhluk astral berwujud hantu bertubuh kecil, berkepala botak dan hanya memakai celana dalam.

Ya, makhluk dari golongan jin ini memang gemar mencuri uang untuk kemudian diserahkan kepada majikan atau pemiliknya. Diakui atau tidak, sampai saat masih ada masyarakat yang menjual tuyul dengan harga bervariasi, ada yang termurah sekitar Rp 7 juta sampai paling mahal sekitar Rp 50 juta.

Perbedaan harga ini jelas menentukan ‘kualitas’ tuyul itu sendiri. Tuyul yang berharga murah, hanya akan mengambil uang dalam nomimal kecil, namun tuyul yang harganya mahal, uang yang dicurinya juga bisa mencapai jutaan sekali ambil.

Menurut Teguh, nama samaran, warga Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon ini mengaku biasa menjual tuyul kepada mereka yang membutuhkan.

“Setelah pembeli memberikan mahar, dia harus mau melakukan ritual tertentu dan menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan seperti kembang warna tujuh, bekakak ayam, kopi pahit, rokok dua batang dan beberapa syarat lainnya. Pembeli juga harus memenuhi kebutuhan tuyul seperti susu dan mainan yang diminta si tuyul,” ungkapnya.

Namun Teguh enggan mengungkapkan ritual yang harus dijalani pembeli tuyul sebelum memanfaatkan jasanya. “Nggak etislah kalau saya ceritakan sampai detail, yang pasti kalau pembeli tuyul itu ada saja,” paparnya.

Lantas bagaimana jika dilihat dari sudut pandang agama Islam sendiri dan dari manakah asal usul tuyul? Dikutip dari laman kisahasalusul.blogspot.com, Indonesia memang sangat kaya akan mitos beragam jenis hantu, bahkan bisa dibilang menjadi surga dunia klenik bagi para pecintanya.

Nah, terkait dengan tuyul berikut ini akan disajikan informasi seputar asal usul tuyul ditinjau dari sudut pandang Islam dan dari sisi sejarahnya. Asal usul tuyul, tuyul adalah salah satu hantu yang cukup unik dibandingkan hantu-hantu lain yang ada dalam mitologi Indonesia. Tubuhnya yang kecil, kepalanya yang gundul (botak), serta kemampuannya dalam mencuri uang, membuat kepopulerannya meningkat bahkan melebihi hantu-hantu lain yang sebelumnya telah ada.

Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Indonesia, kebiasaan tuyul mencuri uang tak terlepas dari adanya manusia yang memanfaatkannya sebagai jalan pintas untuk cepat kaya. Adapun dalam kasus yang pernah ditemukan, sosok tuyul dipercaya akan tinggal dalam patung bayi kecil. Ia akan hidup jika dibangunkan dan keluar jika diundang menggunakan darah manusia segar. Dengan undangan dari tuannya itu, ia akan segera beranjak untuk menuruti perintah mencuri uang saat malam hari.

Adapun menurut Islam, asal usul tuyul diketahui merupakan penemuan Azazil, putra iblis yang sangat cakap dalam hal penelitian. Azazil, dengan memanfaatkan penjelasan AlQuran, seizin Allah SWT berhasil menciptakan tuyul sebagai anak buah barunya.

Tuyul ciptaan Azazil ini berasal dari segumpal darah atau segenggam daging, hasil dari aborsi anak-anak manusia yang penuh dosa. Janin yang belum memiliki roh ini, kemudian diisi oleh para jin dan syetan dari kelompok Azazil untuk menyasar orang-orang yang mengalami masalah ekonomi.

Bagi mereka yang lupa pada Tuhannya, tentu akan sangat tergiur pada kemampuan si tuyul mencuri uang. Dengan bantuan hantu kepala botak ini, ia dijamin akan bebas dari utang dan cepat kaya. Adapun sekelompok masyarakat yang meragukan tentang asal usul tuyul dan keberadaanya tak usah dipikirkan.

Beberapa bukti video CCTV yang diunggah di medsos yang secara tak sengaja berhasil merekam penampakan tuyul, lebih dari cukup untuk meyakinkan kita tentang dunia gaib yang benar-benar ada. Kendati demikian, meski kita tahu tuyul memang benar-benar ada, selayaknya kita tak boleh terjelembab dalam jurang kenistaan dan kemusyrikan untuk meminta bantuan jin dan setan menyelesaikan masalah kehidupan kita. Bukankah Allah SWT mengingatkan dan melarang kita untuk meminta tolong pada setan. (KC Online)