Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada, dalam Evaluasi Tahunan dan Penetapan Target Bisnis 2018 PDAU Kabupaten Kuningan, di Wisma Pepabri kawasan obyek wisata Linggarjati Kecamatan Cilimus, Kamis (11/1/2018). Eman/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan selama dua tahun anggaran menghentikan penyertaan modal bagi Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Kebijakan ini ditempuh, selama perusahaan milik pemerintah daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan secara sehat dalam menjalankan kegiatan usahanya.

“Sejak 2017 hingga memasuki 2018, Pemkab Kuningan tidak akan memberikan dulu penyertaan modal bagi PDAU. Pemerintah bisa kembali menggelontorkan anggaran, namun PDAU harus memperlihatkan dulu kemajuan di bidang usahanya sesuai harapan pemilik perusahaan,” kata Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada, dalam Evaluasi Tahunan dan Penetapan Target Bisnis 2018 PDAU Kabupaten Kuningan, di Wisma Pepabri kawasan obyek wisata Linggarjati Kecamatan Cilimus, Kamis (11/1/2018).

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAU, H Maman Hermansyah, menuturkan, sesuai dengan tugas dan kewenangan Dewas, salah satunya menetapkan kebijakan, melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan, maka perlu dievaluasi serta menetapkan RKA tahun anggaran 2018.

Hasil evaluasi kinerja PDAU dari audit akuntan public, pada 2014 PDAU memperoleh laba Rp 95 juta. Tahun berikutnya mendapat keuntungan sebesar Rp 18 juta. Sedangkan di 2016, PDAU mengalami kerugian yang sangat anjlok hingga mencapai Rp 500 juta lebih.

“Bagaimana kondisi PDAU pada 2017, kami berharap jangan sampai terjadi lagi kerugian seperti 2016. Pak Imam Rozali selaku Direktur PDAU yang baru diangkat Juli tahun lalu, saat kondisi perusahaan hidup segan mati tak mau. Namun Alhamdulillah, sampai saat ini PDAU masih berdiri walau dalam keadaan terseok-seok,” ungkapnya.

Direktur PDAU Kabupaten Kuningan, Imam Rozali, menyebutkan, berdasarkan hasil perhitungan laba tahun anggaran 2017, secara keseluruhan PDAU memperoleh keuntungan mencapai Rp 117 juta. Kemudian target memasuki tahun anggaran 2018 sebesar Rp 16,5 miliar dari berbagai unit usaha, di bidang kepariwisataan dan kerja sama dengan pihak lain.

Rintis usaha baru

Menurutnya, selama ini banyak hal yang telah dikerjakan oleh PDAU, antara lain penataan obyek wisata, perubahan struktur organisasi, penataan karyawan dengan 80 persen dikenakan mutasi, dan ada karyawan yang tak diperpanjang lagi serta dipensiunkan.

Kemudian merintis berbagai usaha baru, yakni Kioson, Tran On, dan kerja sama dengan BUMN seperti Wika Beton, Angkasa Pura, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, pengelolaan Wisma PEPABRI dan menjalin kerja sama usaha dengan pihak ketiga. (Eman/KC Online)