illustrasi

KESAMBI, (KC Online).-

Bulog Sub Divre Cirebon tahun 2018 menargetkan penyerapan gabah dan beras sebesar 118.000 ton, atau turun dari target sedotan tahun 2017 sebanyak 150.000 ton setara beras. Penyerapan tahun ini untuk memenuhi kebutuhan pengadaan sekaligus mengamankan harga ditingkat petani.

“Hingga akhir 2017 kemarin target serapan kita memang belum berjalan optimal. Sebab, tahun kemarin merupakan tahunnya gagal panen yang hampir terjadi pada sebagian wilayah Cirebon,” ujar Kepala Bulog Cirebon, Dedi Aprilyadi didampingi Kasi Pengadaan Bulog Cirebon, Dadang Unanda kepada KC, kemarin.

Hingga akhir tahun 2017 kemarin, target serapan beras Bulog Cirebon yang mencapai 150.000 ton beras telah tercapai sekitar 71 persennya atau tersedot 107.000 ton dari target prognosa akhir tahun.

“Kendati demikian secara kuantum pengadaan beras dilakukan Bulog Cirebon akhir tahun kemarin merupakan salah satu tertinggi untuk tingkat nasional,” tambahnya.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, pada tahun ini Bulog Cirebon menargetkan penyerapan beras sebesar 118.000 ton. Di mana, dari target penyerapan tahun ini diakuinya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan target prognosa tahun 2017.

“Ini dikarenakan adanya sistem perubahan dan kebijakan dari Bulog pusat, selain isu-isu pengurangan serapan beras PSO (Beras Untuk Rastra), atau akan menjadi lebih besar untuk serapan beras komersil,” ujarnya.

Labih lanjut diungkapkan, untuk penyerapan gabah dan beras tahun ini, Bulog berharap pada saat terjadinya masa panen raya. Menurutnya, untuk masa panen raya diperkirakan akan terjadi di pertengahan Maret hingga April 2018 mendatang.

“Menjelang puncak musim panen nanti, kita harapkan serapan akan lebih besar. Selain itu, untuk melakukan serapan Bulog Cirebon juga telah melakukan seleksi ulang terhadap Mitra Kerja (MK) serta mempersiapkan Satuan Tugas (Satgas) Bulog untuk diterjunkan langsung menyerap gabah dan beras petani,” tambahnya.

Sedangkan terkiat program penyaluran beras Rastra, Dadang Undanda mengatakan, pada tahun ini belum ada kesepakatan dengan masing-masing pemerintah daerah. “Untuk penggantinya sementara ini lebih ke program penyaluran bantuan sosial (Bansos) Rastra yang dari masing-masing penerimanya akan menerima 10 Kg beras secara gratis,” tuturnya.

Untuk program tersebut, sambung Dadang, akan dialokasikan di Kabupaten Cirebon selama satu bulan, di Kuningan selama enam bulan, dan Majalengka selama dua bulan.(Epih)